Hewitt Ajukan Banding atas Sanksi, Fokus Pimpin Australia di Davis Cup
Jumat, 12 Sep 2025, 09:15 WIBSYDNEY â Kapten tim Davis Cup Australia, Lleyton Hewitt, menolak mundur meski dijatuhi larangan dua minggu beraktivitas di tenis. Mantan petenis nomor satu dunia itu menegaskan akan mengajukan banding sekaligus mengkritik waktu pengumuman keputusan yang dinilainya tidak tepat.
Hewitt, 44 tahun, dijatuhi hukuman pada hariRabu (10/9) beserta denda 30 ribu dolar Australia (300 juta rupiah) setelah panel independen menyatakan dirinya bersalah mendorong seorang relawan chaperone berusia 60 tahun yang bertugas mengawal tes doping usai semifinal Davis Cup antara Australia dan Italia di Spanyol, Desember lalu.
Peraih dua kali juara Grand Slam itu membantah tuduhan tersebut dengan alasan membela diri. Namun, sidang panel yang dipimpin Michael Heron di Sydney pada Juli lalu tetap menguatkan dakwaan atasnya.
Meski begitu, hukuman baru berlaku mulai 24 September. Artinya, Hewitt tetap bisa mendampingi tim Australia dalam laga kualifikasi putaran kedua kontra Belgia di Ken Rosewall Arena akhir pekan ini.
âSaya kecewa dengan keputusan ini, juga dengan keseluruhan prosesnya. Banyak fakta yang tidak disampaikan,â ujar Hewitt. âSaya bersama tim hukum akan mengajukan banding. Saya tidak ingin membahas lebih jauh.â
Ketika ditanya apakah ia akan mundur dari perannya akhir pekan ini, Hewitt menjawab singkat: âTidak.â Ia menambahkan: âSaya tidak ingin kasus ini menjadi distraksi. Davis Cup terlalu penting. Justru saya yakin hal ini akan membuat para pemain lebih kuat untuk meraih kemenangan.â
Selama masa larangan, Hewitt tak boleh terlibat dalam semua aktivitas tenis, mulai dari melatih, mendampingi, hingga bertanding.
Australia, yang sudah 28 kali menjuarai Davis Cup namun terakhir kali mengangkat trofi pada 2003, kini menaruh harapan pada Alex de Minaur, petenis peringkat delapan dunia. Namun, tim kehilangan Alexei Popyrin (cedera punggung) dan spesialis ganda Matt Ebden (cedera siku).
Sebagai gantinya, Aleksandar Vukic dan John Peers dipanggil kembali, sementara Rinky Hijikata, finalis ganda Wimbledon 2025, diproyeksikan melakoni debut. Di pihak lawan, Belgia akan mengandalkan Zizou Bergs, petenis peringkat 46 dunia.
- tennis
- Davis Cup
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Djokovic Kembali Bertanding, Sinner dan Keys Hadapi Ujian di Hari Kelima Australia Open
-
Galeri Ruhiyat Produksi Wayang Golek hingga Tembus Pasar Mancanegara
-
Privasi Pemain Jadi Sorotan, Australia Open Lakukan Evaluasi Kebijakan Kamera
-
Sambut 2026, Puan Maharani Serukan Penguatan Solidaritas dan Kepedulian Sosial
-
SPT Tembus 1 Juta, Kepatuhan Pajak Mulai Bergerak
-
Singkirkan Fernandez, Janice Tjen Melaju ke 16 Besar Dubai Open 2026
-
Macron di Forum Davos Desak Uni Eropa Gunakan Bazoka Perdagangan Hadapi Tarif Baru AS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.