Gaji Baru Cair Tapii Saldo Sudah Menipis? Ini Dalang di Balik Dompet Cepat Kering
Jumat, 12 Sep 2025, 09:35 WIBJAKARTA Â -Â Tanggal gajian selalu jadi momen yang ditunggu-tunggu banyak orang. Rasanya seperti oase setelah sebulan penuh bekerja keras.Â
Namun, betapa pahit kenyataannya ketika uang baru saja masuk, saldo rekening sudah menipis hanya dalam hitungan hari. Seolah-olah gaji cuma numpang lewat, membuat banyak pekerja kelas menengah garuk-garuk kepala.
Fenomena ini ternyata bukan keluhan segelintir orang. Direktur Eksekutif INDEF, Tauhid Ahmad, menegaskan bahwa gejala ini bisa dilihat jelas dari data ekonomi terkini.Â
Salah satunya, pertumbuhan tabungan masyarakat dengan saldo di bawah Rp100 juta mulai melambat. Artinya, banyak orang, khususnya kelas menengah cepat menguras gajinya dan gagal menabung.
Tak berhenti di situ. Lonjakan utang pinjaman online (pinjol) juga menjadi alarm keras. Hingga Juli 2025, jumlah pinjol yang dikucurkan mencapai Rp84,66 triliun, melonjak 22,01% dibanding periode tahun sebelumnya. Fakta ini menegaskan bahwa semakin banyak orang yang bertahan hidup dengan cara gali lubang tutup lubang.
Menurut Tauhid, penyebab utama dompet bolong bukan hanya gaya hidup, tapi juga kenaikan harga barang yang kian tak terkendali. Inflasi mendorong harga kebutuhan sehari-hari naik jauh lebih cepat daripada gaji pekerja.Â
Ironisnya, bagi kelas menengah, pengeluaran yang naik bukan sekadar untuk makanan, melainkan juga kosmetik, transportasi, hingga gaya hidup lain yang terasa kecil tapi terus menggerogoti keuangan.
âInflasi sulit ditahan, sementara kenaikan pendapatan tak sebanding dengan kenaikan harga. Akhirnya gaji habis tanpa terasa,â tegas Tauhid.
Senada, perencana keuangan Eko Endarto mengungkapkan bahwa selain inflasi, kelangkaan barang juga membuat harga melambung tinggi. Akibatnya, masyarakat tetap harus membeli kebutuhan pokok dengan harga yang makin tak wajar. Dalam jangka panjang, uang yang dikeluarkan membengkak tanpa disadari.
Ia mencontohkan, harga barang yang naik seratus rupiah mungkin terasa sepele. Tapi jika dibeli setiap hari selama sebulan, akumulasinya bisa mencapai puluhan ribu.Â
Itu baru satu barang. Jika banyak kebutuhan naik seribu rupiah per item, bayangkan betapa cepatnya dompet terkuras.
Lebih parah lagi, gaya hidup konsumtif mempercepat kehancuran finansial. Banyak orang sering membeli barang sekali-sekali di luar kebutuhan pokok, namun cicilan dan tagihannya baru terasa di bulan berikutnya. Alhasil, gaji yang seharusnya cukup sebulan penuh raib entah ke mana.
Peristiwa ini jelas menjadi peringatan keras, gaji yang stagnan, inflasi yang menggila, dan kebiasaan konsumtif adalah biang kerok utama yang membuat saldo bulanan cepat kering.
- Gaya Hidup
- inflasi
- gaji bulanan
- pengeluaran masyarakat
- pinjaman online
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
Berita Terkait:
-
AS dan Iran Berlomba Menemukan Pilot F-15E yang Jatuh Tertembak Rudal Darat ke Udara
-
BPS DKI Sebut Inflasi Bulanan Pada Lebaran Cenderung Tinggi
-
Udara Makin Panas, Berapa Derajat Suhu AC yang Disarankan Saat Musim Kemarau?
-
Pemerintah Diminta Buat Peta Jalan Penyediaan Mobil Kopdes Merah Putih
-
Nonton Final UCL di Budapest Gratis? Fans Sepak Bola Indonesia Diajak Perluas Circle
-
GoWork Hadirkan Ruang Meeting Profesional di Jakarta, Fleksibel dan Lengkap!
-
Pemkab Karawang Mulai Laksanakan WFH ASN Setiap Jumat
Berita Terbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.