Digitalisasi Jadi Jalan Pintas Hilirisasi UMKM

Jumat, 12 Sep 2025, 22:40 WIB

JAKARTA – Digitalisasi UMKM menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperluas akses pasar.

Melalui pemanfaatan teknologi, pelaku UMKM dapat menekan biaya operasional, meningkatkan efisiensi distribusi, serta memanfaatkan platform digital untuk menjangkau konsumen yang lebih luas, termasuk pasar ekspor.

Ket. Foto: Ilustras-Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mempromosikan produk kepada calon pembeli lewat media zoom di Kota Padang, Sumatera Barat. — Sumber: ANTARA/ Muhammad Zulfikar

Transformasi ini juga membuka peluang integrasi dengan sistem pembayaran modern dan layanan keuangan digital, sehingga memperkuat inklusi keuangan.

Namun, tantangan tetap ada, terutama terkait literasi digital, akses infrastruktur internet, dan pendampingan agar UMKM tidak sekadar hadir di platform digital, tetapi mampu mengoptimalkan penjualannya.

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi digital lebih dari sekadar pemasaran daring, tetapi juga instrumen penting untuk memperkuat hilirisasi usaha kecil.

Asisten Deputi Bidang Produksi dan Digitalisasi Usaha Kecil Kementerian UMKM, Ali, dalam acara Pengembangan Produk Melalui Digitalisasi Bagi Usaha Kecil di Bandung, Jumat (12/9), mengatakan, digitalisasi harus dilihat sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi produksi, manajemen rantai pasok, hingga sistem traceability atau ketertelusuran yang kini menjadi standar global.

"Selama ini, UMKM go digital sering dipersepsikan hanya sebatas pencatatan keuangan dan pemasaran online," kata Ali dalam keterangan pers kementerian.

“Padahal, digitalisasi juga berperan vital dalam memperkuat hilirisasi agar produk kita memenuhi standar internasional dan memiliki nilai tambah yang lebih tinggi,” katanya menambahkan.

Ali mengakui bahwa tantangan digitalisasi UMKM masih besar, mulai dari rendahnya literasi digital, keterbatasan investasi, hingga perlunya pendampingan teknis yang berkelanjutan.

Oleh karena itu, kementerian menekankan pentingnya membangun ekosistem digital yang inklusif dan kolaboratif dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan komunitas pengusaha.

Sebagai implementasi, Ali menuturkan Kementerian UMKM tengah menyiapkan platform digital berbasis public-private partnership atau Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), yang akan bersinergi dengan lembaga layanan pemasaran Smesco.

Platform ini bertujuan untuk memberikan akses lebih luas, meningkatkan efisiensi, dan mendorong UMKM naik kelas.

"Harapan kami, platform ini dapat menjadi tulang punggung bagi ekosistem digital UMKM yang inklusif dan kolaboratif, sehingga para pelaku usaha kecil bisa lebih mudah mengakses teknologi, meningkatkan kualitas produk, dan memperluas pasar," ucap Ali.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.