Bupati Bantul Dorong ASN Jadi Teladan Gerakan Pilah Sampah dari Rumah
Rabu, 10 Sep 2025, 16:00 WIBBANTUL â Permasalahan sampah masih menjadi tantangan besar di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), khususnya di Kabupaten Bantul. Data Dinas Lingkungan Hidup menunjukkan, setiap warga Bantul rata-rata menghasilkan 0,6â0,7 kilogram sampah per hari, di mana 60â70 persen di antaranya berupa sampah organik yang sebetulnya bisa diolah kembali.
Pemerintah Kabupaten Bantul telah meluncurkan program *Bantul Bersih Sampah 2025* (Bantul Bersama) melalui berbagai upaya, mulai dari pembangunan TPS3R, pengembangan bank sampah, hingga edukasi masyarakat. Namun, rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah tangga membuat persoalan ini belum teratasi secara optimal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, dalam sambutannya pada Sosialisasi Surat Edaran Bupati tentang Gerakan Pilah Sampah dari Rumah dan Gerakan Pengolahan Sampah Organik di Rumah, Rabu (10/9/2025) di Gedung Induk Komplek Parasamya, menegaskan pentingnya teladan dari aparatur negara dalam mendukung program tersebut.
âGerakan pilah sampah dari rumah dan pengolahan sampah organik di rumah akan dimulai oleh ASN, PPPK, tenaga honorer, karyawan BUMN-BUMD, hingga pamong kalurahan se-Kabupaten Bantul,â ujar Halim.
Ia juga mewajibkan setiap rumah aparatur negara membuat lubang resapan biopori serta melaporkan secara nyata proses pembuatannya, mulai dari pengerjaan hingga pemanfaatannya.
Biopori adalah lubang kecil yang dibuat ke dalam tanah dengan kedalaman tertentu untuk meningkatkan daya serap air, mencegah genangan, sekaligus mengolah sampah organik menjadi kompos secara alami dengan bantuan organisme tanah. Selain mengurangi timbunan sampah, biopori juga memberi manfaat ekologis bagi lingkungan.
Dengan gerakan ini, pemerintah berharap volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat ditekan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Sebagai bentuk dukungan, dalam acara tersebut juga dilakukan penyerahan alat biopori kepada perwakilan kapanewon, kalurahan, hingga puskesmas di seluruh Bantul. Penyerahan simbolis ini menjadi penegasan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi gerakan bersama yang dimulai dari rumah tangga.
- Biopori
- sampah
- bantul
Redaktur: Eko S
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Resmikan Biopori Jumbo Pondok Kelapa, Gubernur Pramono Kebut Target Zero Waste
-
AS Perintahkan Warganya Tinggalkan Iran, Tanda-tanda Bakal Lancarkan Serangan Menguat
-
Bencana tanah bergerak di Bantul
-
Panglima TNI Pimpin Sertijab, Pelantikan Kaster TNI dan Terima Laporan Korps Kenaikan Pangkat Pati TNI
-
Setelah Lebaran, Harga-harga Bahan Pokok di Mataram Mulai Stabil
-
Di Tengah Krisis Ekonomi, Presiden Iran Turun ke Jalan dan Janjikan Stabilitas Harga
-
Pascalebaran, Menpar Pastikan Kualitas Layanan Wisata di Bali Tetap Prima
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.