Banjir Lahar Gunung Semeru Isolasi 137 KK di Lumajang, Akses Jalan Terputus

Rabu, 10 Sep 2025, 18:45 WIB

JAKARTA – Hujan deras yang mengguyur lereng Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, pada Rabu (10/9) siang memicu banjir lahar dingin yang meluap hingga Sungai Regoyo. Peristiwa ini melumpuhkan aktivitas warga di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro.

Arus lahar deras yang menghantam Sungai Regoyo memutus akses jalan penghubung utama dan membuat ratusan warga terisolasi. Material berupa batu dan derasnya arus sungai membuat jalur tidak bisa dilalui kendaraan bermotor.

Ket. Foto: — Sumber: Jakarta Globe

Akibatnya, sebanyak 137 kepala keluarga di Dusun Sumberlangsep kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari. Seorang warga bernama Arifin mengatakan masyarakat terpaksa menerjang banjir untuk membeli kebutuhan pokok.

“Jalan tertutup banjir dan kendaraan tidak bisa lewat. Kalau butuh makanan, kami harus berjalan melewati banjir lalu meminjam motor dari warga di seberang,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Yuniarsih, warga setempat, yang kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Tidak ada jalan lain selain jembatan rendah ini. Jadi kami terpaksa melewati banjir untuk berbelanja,” katanya.

Banjir lahar dingin juga berdampak pada dunia pendidikan. Sejumlah sekolah di wilayah terdampak terpaksa menutup kegiatan belajar mengajar karena akses menuju lokasi terputus.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa banjir lahar tersebut memicu tremor dengan amplitudo maksimum mencapai 10 milimeter. Kondisi ini semakin mempertegas ancaman bahaya yang ditimbulkan akibat curah hujan tinggi di lereng Semeru.

Warga berharap pemerintah segera memperbaiki akses jalan agar aktivitas bisa kembali normal. Jembatan rendah di atas Sungai Regoyo menjadi satu-satunya jalur keluar-masuk dusun sehingga perbaikan infrastruktur sangat mendesak.

Banjir lahar dingin di Dusun Sumberlangsep diketahui kerap berulang setiap kali hujan deras turun. Pada Mei dan Juli lalu, aliran lahar dari Gunung Semeru juga menutup jalur utama hingga membuat ratusan warga terjebak tanpa akses keluar setelah jalan tertimbun material vulkanik berupa pasir dan batu.

Kondisi ini menunjukkan bahwa warga Sumberlangsep masih berada dalam kerentanan tinggi terhadap ancaman bencana lahar dingin. Penanganan yang lebih serius diperlukan untuk mencegah isolasi berkepanjangan yang berdampak pada kehidupan sosial, ekonomi, hingga pendidikan masyarakat.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.