Rakyat Tagih Janji! BEM UI Gelar Demo 9 September 2025 Desak 17+8 Tuntutan Rakyat, DPR Tak Bisa Lagi Tutup Mata!

Selasa, 09 Sep 2025, 09:15 WIB
JAKARTA - Gelombang perlawanan mahasiswa kembali menggema! Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) siap geruduk Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (9/9/2025). 
Aksi bertajuk #RakyatTagihJanji ini bukan sekadar demonstrasi biasa, melainkan gerakan besar yang membawa 17+8 Tuntutan Rakyat hasil kajian akademis dan jeritan suara masyarakat.
Menurut Wakil Kepala Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI 2025, Bima Surya, aksi kali ini diperkirakan diikuti ratusan massa. 
“Pagi ini sekitar 300–350 orang, tapi jumlahnya akan terus bertambah. Banyak yang berangkat dari FISIP UI Depok pukul 10.00 WIB dan akan bergabung di DPR sekitar pukul 13.00 WIB,” ungkap Bima.
Yang menarik, BEM UI tidak bergerak sendirian. Mereka mengundang masyarakat luas, aliansi ojek online, hingga BEM kampus lain. 
“Sejak kemarin, kami aktif menghubungi banyak pihak untuk bergabung. Ini bukan hanya isu mahasiswa, tapi isu rakyat!” tegas Bima.
Aksi kali ini dipastikan berlangsung hingga DPR benar-benar mau menemui massa. Bukan hanya simbolik, tuntutan yang mereka bawa merupakan rangkuman kritik yang sudah lama bergema, mulai dari jutaan komentar netizen, petisi Change.org dengan puluhan ribu dukungan, hingga tuntutan buruh dan pernyataan sikap kelompok masyarakat sipil. 
Nama-nama populer seperti Abigail Muria, Jerome Polin, Salsa Erwina, hingga Cheryl Marella ikut menguatkan gaung gerakan ini lewat media sosial.
Isi Tuntutan
17 tuntutan mendesak ditujukan langsung ke Presiden, DPR, partai politik, Polri, dan TNI. Isinya tajam, mulai dari investigasi kasus kekerasan aparat, hentikan keterlibatan TNI di ranah sipil, transparansi anggaran DPR, hingga perlindungan buruh, guru, dan tenaga kesehatan.
Tak berhenti di situ, ada pula 8 agenda reformasi jangka panjang dengan deadline Agustus 2026. Poin-poinnya jelas, reformasi DPR dan partai politik, penguatan KPK, UU perampasan aset koruptor, hingga menempatkan TNI kembali ke barak tanpa pengecualian.
Semua tuntutan ini, menurut BEM UI, tidak bisa lagi ditawar. 
“Kami akan tunggu sampai DPR turun langsung menemui rakyat. Jangan lari dari tanggung jawab,” ujar Bima menegaskan.
Dengan kombinasi kekuatan mahasiswa, buruh, masyarakat sipil, hingga dukungan digital dari jutaan warga, aksi #RakyatTagihJanji berpotensi menjadi salah satu gelombang perlawanan terbesar tahun ini. 
Melihat tuntuntan ini, akankah DPR dan pemerintah berani menutup mata?

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.