Menjaga Rantai Pasok Nusantara, PT Jembatan Nusantara Hadir di Garis Depan
Selasa, 09 Sep 2025, 00:00 WIBJAKARTA â Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menegaskan peran strategis PT Jembatan Nusantara (JN) sebagai anak usaha yang mendukung konektivitas antarwilayah, sekaligus memperkuat layanan logistik yang berperan penting dalam pemerataan distribusi kebutuhan pokok masyarakat.
âSebagai bagian dari keluarga besar ASDP, Jembatan Nusantara menjadi mitra penting dalam memastikan kelancaran pergerakan orang, barang, serta logistik yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Kami berkomitmen agar masyarakat di berbagai wilayah, khususnya daerah kepulauan, tetap mendapatkan akses transportasi yang terjangkau, andal, dan selamat,â ujar Heru dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/9).
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Shelvy Arifin menambahkan JN saat ini menjadi penopang layanan long distance ferry (LDF), khususnya pada lintasan BalikpapanâParepare yang menghubungkan Kalimantan dan Sulawesi. Jalur ini dilayani oleh dua armada utama, yaitu KMP Swarna Bahtera dan KMP Madani Nusantara.
âKolaborasi ASDP dan JN memperkuat posisi kami sebagai perusahaan transportasi terintegrasi. Layanan LDF yang dioperasikan JN terbukti menjadi jalur vital dalam menjaga kelancaran pasokan logistik, mulai dari hasil pertanian, bahan kebutuhan pokok, hingga material pembangunan,â jelasnya.
Selain itu, JN tengah menyiapkan rencana ekspansi layanan LDF untuk kembali mengoperasikan lintasan SurabayaâLabuan Bajo. Lintasan ini akan menghubungkan Pulau Jawa dengan Nusa Tenggara Timur, sehingga diharapkan semakin memperkuat konektivitas logistik antarwilayah dan mendukung potensi pariwisata di kawasan timur Indonesia.
Hingga saat ini, JN mengoperasikan 53 kapal dengan melayani 19 lintasan aktif, terdiri dari 18 lintasan short distance ferry (SDF) dan 1 lintasan long distance ferry (LDF). Dari periode Januari hingga Juli 2025, tercatat total 1.384.098 unit kendaraan dan 463.700 penumpang telah dilayani. Kendaraan roda dua mendominasi dengan 805.501 unit, disusul mobil barang sebanyak 405.333 unit, dan mobil penumpang sebanyak 173.714 unit.
Adapun muatan yang mendominasi di lintasan BalikpapanâParepare adalah pertanian, kebutuhan pokok, dan material pembangunan. Jalur ini menjadi penghubung vital yang tidak hanya memastikan suplai pangan tetap stabil, tetapi juga mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah timur Indonesia.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
-
Lihat Upaya Konservasi Air Tim Kepelatihan Timnas Indonesia Kunjungi Desa Bongkasa Pertiwi
-
Pemprov DKI Raih Penghargaan Inabuyer Award 2025 atas Komitmen Belanja Produk UMK
-
BPKN Imbau Masyarakat Hindari Euforia Investasi Emas
-
Pemkab Nagan Raya Aceh Buka Pendaftaran Beasiswa untuk Lulusan SMA/MA
-
Tambang Freeport Longsor, Basarnas Siaga Bantu Evakuasi Karyawan yang Terjebak
-
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Masih Melonjak
-
Terungkap! Pangkalan Militer Rahasia Korea Utara, Diduga Simpan Rudal Nuklir ICBM!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.