Bulog Didesak Gaspol, Penyaluran Beras Harus Lebih Masif!

Selasa, 09 Sep 2025, 21:20 WIB

JAKARTA – Penugasan Badan Pangan Nasional (Bapanas) kepada Perum Bulog untuk penyerapan setara beras dari produksi dalam negeri harus disertai dengan program penyaluran ke masyarakat. Masifnya penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) juga akan mempengaruhi kestabilan harga di pasaran.

Hal tersebut dipastikan oleh Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi saat mendampingi Kunjungan Kerja Panitia Kerja (Panja) Pengawasan Penyerapan Gabah dan Jagung Komisi IV DPR RI ke Modern Rice Milling Plant Bulog Subang, Jawa Barat pada Senin (8/9). Arief menuturkan proyeksi stok beras akhir tahun Bulog agar dapat di kisaran 1,5 sampai 1,8 juta ton.

Ket. Foto: Ilustrasi - Pekerja mengemas beras di gudang Perum Bulog Subdivisi Regional (Drive) Meulaboh, Aceh Barat, Aceh. — Sumber: ANTARA FOTO-Syifa Yulinnas

"Badan Pangan Nasional tahun ini menugaskan Bulog 3 juta ton setara beras dan pada saat Badan Pangan Nasional memberikan penugasan kepada Bulog, itu satu paket antara penyerapan dengan penyaluran. Kita mesti upayakan terus supaya Bulog dapat mengeluarkan stoknya secara konsisten," kata Arief.

"Proyeksi stok akhir tahun beras di 1,5 sampai 1,8 juta ton, itu cukup. Jadi tidak perlu sampai 2,5 atau 3 juta ton Bulog punya stok. Kalau terlalu banyak, nanti impact-nya adalah turun mutu, bunga bank tinggi. Ini juga supaya nanti pada waktu di Maret dan April, saat panen raya, gudangnya sudah kosong. Jadi siap menyerap produksi yang baru, gabah yang segar," tambah Arief.

Dalam catatan NFA, tahun 2024 menjadi realisasi penyaluran stok CBP terbesar dalam 5 tahun terakhir. Kala itu sebanyak 3,4 juta ton CBP telah disalurkan dengan stok akhir tahun di angka 1,8 juta ton. Salah satu impak positifnya adalah inflasi pangan lebih terkendali.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), titik inflasi pangan secara tahunan yang tertinggi di 2024 berada di Maret dengan 10,33 persen. Namun di bulan-bulan selanjutnya semakin menurun. Di akhir 2024, inflasi pangan tahunan berada di angka yang sangat rendah di 0,12 persen.

Sementara kondisi stok dan penyaluran CBP di tahun 2025 ini, per 8 September, stok beras Bulog total terdapat 3,97 juta ton dengan realisasi penyerapan setara beras berada di 2,98 juta ton atau 99,52 persen dari target 3 juta ton. Untuk penyaluran CBP yang terdiri dari berbagai program antara lain bantuan pangan dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras, totalnya telah mencapai 734,5 ribu ton.

"Untuk memasifkan penyaluran CBP di tahun ini, sudah ada tujuh saluran yang kita buka. Kita buka semua saluran, mulai dari instansi pemerintah, pasar rakyat, ritel modern, semua dibuka. Teman-teman di DPR juga bisa termasuk instansi yang menyalurkan untuk jual beras SPHP supaya masyarakat terbantu," ujar Arief.

"Kalau untuk penyerapan, pemerintah kemarin sudah berikan Bulog dana OIP (Operator Investasi Pemerintah) Rp 16,6 triliun. Lalu tahun depan ditambah lagi Rp 22,7 triliun. Jadi ini untuk stok beras untuk pemerintah. Lalu kita juga sedang diskusi apakah boleh dari CBP di konversi ke komersial, sehingga bisa dibeli penggiling padi secara komersial. Jadi penyaluran bisa lebih cepat," imbuh Arief.

Benahi Alur Distribusi

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI/Ketua Panja Pengawasan Penyerapan Gabah dan Jagung Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman, menjelaskan bahwa pemerintah perlu membenahi alur distribusi stok CBP yang dikelola Bulog. Alex juga memastikan masyarakat dapat menukarkan beras Bulog apabila mendapati yang berkualitas kurang baik.

"Sekarang kan memang lagi hits lah soal masalah beras yang kemudian mengatakan langka dan segala macamnya. Kemudian Bulog yang telah menyetok Beras sampai mencatat sejarah 4,2 juta ton, (lalu) alur distribusinya seperti apa? karena kendalanya sampai sekarang adalah Bulog kesulitan melakukan operasi pasar atau sejenisnya. Nah ini yang harus kita benahi bersama," ucap Alex.

"Tentang jeleknya beras, kalau jelek saya tadi dapat informasi dari Kepala Badan Pangan Nasional dan Dirut Bulog, itu kalau (masyarakat) ada yang jelek, bisa dikembalikan, bisa ditukar kok. Saya rasa pasti ada yang namanya beras disimpan dan pasti ada yang cacat atau ada yang mutunya turun. Tapi dalam hal ini, pemerintah terbuka untuk kemudian penerimanya menukarkan yang tidak layak," kata Alex lagi.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.