Verstappen dan Alonso Tolak Wacana Pemangkasan Durasi Balapan F1
Senin, 08 Sep 2025, 09:30 WIBPARIS- Dua pembalap papan atas Formula 1, Max Verstappen dan Fernando Alonso, kompak menolak wacana pemangkasan durasi balapan Grand Prix maupun penambahan jumlah sprint race yang tengah didorong oleh CEO F1, Stefano Domenicali.
Sebelum GP Monza, Domenicali mengklaim sebanyak 18 pembalap mendukung ide ini, bahkan menyebut Verstappen mulai melunak. Namun juara dunia bertahan itu langsung membantah keras.
âAnda semua tahu sikap saya terhadap sprint, saya sudah sering bicara soal itu,â kata Verstappen kepada media. âSaya paham alasan komersial di baliknya, karena cara itu memang bisa menghasilkan lebih banyak uang. Tapi bagi saya, sesi latihan dan balapan penuh adalah bagian dari olahraga ini.â
Verstappen menegaskan bahwa kebosanan sesekali adalah hal wajar dalam olahraga. Ia mencontohkan sepak bola. âKita bisa melihat pertandingan yang seru, lalu di laga lain kita menguap dan hampir tertidur. Itu bagian dari kejutan. Kalau setiap laga atau balapan selalu spektakuler, justru tidak akan terasa istimewa. Saya orang lama dalam hal ini. Saya tidak akan mengubah panjang balapan, apalagi sampai membalikkan grid. Sprint saja sudah cukup gila buat saya.â
Pandangan serupa diutarakan Fernando Alonso. Pembalap veteran asal Spanyol itu memperingatkan bahwa balapan yang lebih pendek justru bisa mengurangi daya tarik F1. âBalapan panjang memberi lebih banyak kemungkinan, lebih banyak kebebasan dalam strategi,â ujarnya.
Alonso bahkan kembali mengusulkan refuelling sebagai opsi menarik. âSaya tahu ini berlawanan dengan arah saat ini, tapi ketika Anda bisa memilih beban bahan bakar dan strategi berbeda, jalannya balapan bisa berubah total. Itu yang menciptakan daya tarik luar biasa,â katanya.
Seperti Verstappen, Alonso juga mengambil analogi sepak bola. âSaat menonton di televisi, saya tidak selalu berkonsentrasi penuh 90 menit. Kadang ke dapur, lalu kembali lagi. Tidak ada yang membicarakan soal memangkas sepak bola jadi 60 menit. Jadi masalahnya ada pada masyarakat dan anak muda sekarang, bukan pada olahraganya. Perubahan itu tidak perlu.â
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Hentikan Segala Bentuk Perpecahan di Media Sosial
-
Antonelli Tak Terbendung, Juara di GP Jepang dan Pimpin Klasemen F1
-
Real Sociedad Hancur Lebur, Villarreal Menggila di Estadio de la Ceramica
-
Lestari Moerdijat: Peningkatkan Literasi Anak Bangsa Harus Konsisten
-
Polda Bali Kerahkan 1.200 Personel Amankan Malam Pengerupukan di Denpasar
-
Kepala Bulog Gorontalo: Stok Beras Aman Hingga Tujuh Bulan
-
iPhone 19e Miliki Layar ProMotion?Tunggu Kabarnya dari Apple
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.