Reshuffle Kabinet Merah Putih, Dito Ariotedjo Angkat Topi: Ucapkan Terima Kasih
Senin, 08 Sep 2025, 16:25 WIBJAKARTA â Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Indonesia menjelang dirinya diberhentikan dari jabatannya sebagai menteri di Kabinet Merah Putih.
"Terima kasih untuk semua yang sudah jalan bersama, berusaha membuat perubahan di (bidang) pemuda dan olahraga. Semoga dilanjutkan penerus selanjutnya," tulis Dito Ariotedjo melalui akun media sosialnya yang dipantau di Jakarta, Senin (8/9).
Menteri berusia 31 tahun itu dipastikan berhenti dari jabatannya setelah Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan perombakan kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Senin siang.
Kementerian Pemuda dan Olahraga, yang saat ini dipimpin Dito disebut menjadi satu dari lima kementerian di Kabinet Merah Putih yang dirombak bersama Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Kementerian Keuangan, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, dan Kementerian Koperasi.
"Atas berbagai pertimbangan, masukan, dan evaluasi, yang dilakukan terus menerus oleh Presiden, maka pada sore ini sekaligus Presiden putuskan untuk melakukan perubahan susunan Kabinet Merah Putih pada beberapa jabatan kementerian," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (8/9) sore.
Hingga berita diturunkan, pihak Istana belum mengumumkan pengganti menteri-menteri tersebut.
Dalam kesempatan itu, Mensesneg yang didampingi Seskab Teddy Indra Wijaya mengatakan bahwa pemerintah bersama DPR RI resmi menyepakati pembentukan Kementerian Haji dan Umrah sebagai tindak lanjut pembahasan RUU Haji.
"Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani keputusan presiden (Keppres) mengenai pembentukan kementerian baru tersebut," katanya.
Selain itu, kata Prasetyo, Presiden juga menandatangani Keppres tentang pengangkatan menteri dan wakil menteri yang akan memimpin Kementerian Haji dan Umrah. Pelantikan keduanya dijadwalkan berlangsung sore ini di Istana Negara.
Reshuffle kabinet pada dasarnya merupakan instrumen politik sekaligus manajemen pemerintahan untuk menjaga stabilitas, meningkatkan efektivitas, dan merespons dinamika politik maupun ekonomi.
Di satu sisi, reshuffle bisa memperkuat kepercayaan publik jika menempatkan figur yang kompeten sesuai kebutuhan strategis negara.
Namun di sisi lain, langkah ini sering sarat dengan kalkulasi politik, seperti menjaga koalisi, mengakomodasi kepentingan partai, hingga menyiapkan fondasi kekuasaan jelang kontestasi politik berikutnya.
Artinya, reshuffle bukan sekadar pergantian wajah di kursi menteri, tetapi juga cermin arah kebijakan dan keseimbangan politik nasional.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Presiden Prabowo Lantik Pratikno dan Hatta Rajasa sebagai Ketua dan Wakil Ketua Wantimpres
-
Pendaratan Kabel Laut di Batam Tandai Penguatan Konektivitas Digital Indonesia ke Asia
-
Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
-
Harga BBM Eceran Melejit, Warga Sulsel Terjepit
-
Guru Besar UGM: Makan Siang Sekolah Bergizi Merupakan Investasi SDM, BGN Perkuat Pengawasan Pangan.
-
Drama Menit 81, Persebaya Patahkan Perlawanan Sengit PSIM Jogja di Gelora Bung Tomo
-
BTN: Penyaluran KPP Capai Rp7,4 Triliun Sejak Program Diluncurkan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.