6.000 Dapur MBG di Daerah 3T untuk Dukung Ketahanan Pangan
Senin, 08 Sep 2025, 20:36 WIBJAKARTA â Badan Gizi Nasional (BGN) berkolaborasi dengan Gabungan Pengusaha Dapur Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) membangun 6.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T) untuk mendukung ketahanan pangan.
"Enam ribu dapur kita targetkan di daerah-daerah 3T yang akan dibangun oleh BGN. Ini yang kita fokuskan untuk mendukung daerah-daerah 3T, di mana mungkin mitra tidak bisa berkesempatan di sana karena mungkin bisnis jadi ada hal-hal yang terikat, sehingga mereka tidak bisa mengupayakan di 3T," kata Sekretaris Deputi bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Ermia Sofiyessi, di Jakarta, Senin (08/9).
Perempuan yang akrab disapa Yessi tersebut optimis pemerintah bisa mencapai target pembangunan 30 ribu SPPG hingga akhir tahun 2025 dengan perbaikan tata kelola dan kolaborasi yang kuat bersama para mitra.
"Sebanyak 30 ribu dapur itu termasuk 25 ribu yang ditargetkan tercapai per November 2025 untuk wilayah aglomerasi, maksudnya dengan mitra, itu yang kita bangun bersama saat ini," ujar dia.
Ia menegaskan, untuk memenuhi rantai pasok dan kebutuhan pangan di seluruh wilayah, utamanya untuk Program MBG, BGN tidak bisa bekerja sendiri, mengingat dana dari APBN khusus diberikan hanya untuk pengelolaan SPPG yang memberikan makanan kepada seluruh penerima manfaat.
"Kalau dengan kebutuhan pangan ini BGN tidak bisa segalanya (diurus) karena anggaran dari kita itu hanya untuk makan, jadi pemerintah itu memberikan BGN sekian puluh triliun hanya untuk makan, sehingga bahan pangan kita perlu sinergi kerja sama antardaerah," paparnya.
Kementerian Dalam Negeri dalam hal tersebut juga telah mengeluarkan surat keputusan melalui surat edaran yang menyatakan harus ada pengelolaan pangan di tingkat lokal melalui sinergi dengan pemerintah daerah.
BGN berkolaborasi dengan Gapembi untuk meningkatkan tata kelola MBG dengan memberikan sosialisasi kepada para mitra terkait pengelolaan dapur, keamanan pangan, hingga pelaporan keuangan.
Ketua Umum Gapembi Alven Stony menyatakan siap mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto dengan berinvestasi melalui mitra-mitra di bawah Gapembi.
"Kami juga berinvestasi, tidak datang pakai tangan kosong. Investasi kami juga sudah dihitung berapa tahun harus pengembalian modal, jadi kami tidak hanya memakai dana APBN," ujar Alven.
Hingga saat ini, terdapat sedikitnya 300 mitra BGN yang tergabung dalam Gapembi, di mana masing-masing mitra bisa mengelola lima hingga 10 SPPG.
"Berarti paling tidak ada 1.500 dapur di bawah Gapembi yang baru lahir. Ini sudah sangat masif dan kami baru membentuk pengurus wilayah baru hari ini, ada 15 pengurus di wilayah provinsi," katanya.
Alven juga mengemukakan, Gapembi berkomitmen akan menjalankan dapur secara profesional sesuai dengan petunjuk teknis yang ditetapkan BGN sehingga tata kelola untuk Program MBG dapat berjalan dengan baik.
- Dapur MBG
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
SIWO Award 2025 dan Penentuan Porwanas 2027 Warnai HPN 2026 Serang
-
Perekrutan Penipu di Myanmar Marak
-
Legislator: Konflik Sosial dan Penyimpangan Pengelolaan Hutan di Jawa Imbas Lemahnya Pengawasan
-
Selasa Pagi, Kualitas Udara Jakarta dalam Kategori Baik
-
Kenaikan harga buah-buahan saat Ramadhan
-
Edukasi Program MBG Goes To School di Depok
-
Pengawasan Rantai Pasok Jaga Harga Pangan Ramadan Tetap Stabil
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.