Timnas Indonesia Berpeluang Salip Lebanon di Peringkat FIFA Jika Menang pada FIFA Match Day 8 September 2025

Minggu, 07 Sep 2025, 13:15 WIB

JAKARTA — Timnas Indonesia berpeluang memperbaiki posisi dalam ranking FIFA setelah laga melawan Lebanon pada FIFA Match Day yang digelar Senin, 8 September 2025, di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Pertandingan uji coba internasional ini diyakini dapat memberi tambahan poin penting bagi skuad Garuda untuk mendekati atau bahkan menyalip peringkat Lebanon.

Berdasarkan data terbaru per 10 Juli 2025, Indonesia menempati peringkat 118 dunia dengan total 1.154,55 poin. Catatan ini menjadi posisi tertinggi dalam 19 tahun terakhir bagi tim asuhan Patrick Kluivert.

Ket. Foto: — Sumber:

Sementara itu, Lebanon saat ini menempati peringkat 112 dunia dengan mengoleksi 1.176,19 poin. Berdasarkan daftar ranking konfederasi Asia (AFC), Lebanon berada di urutan ke-19 Asia, sedangkan Indonesia menempati posisi ke-21.

Pertandingan persahabatan melawan Lebanon memiliki nilai strategis karena dapat mempersempit jarak poin antara kedua tim. Walaupun laga uji coba hanya memberi bobot rendah terhadap perhitungan poin FIFA, kemenangan tetap akan menambah nilai bagi Indonesia dan mengurangi poin lawan.

Menurut catatan football-ranking.com, Indonesia sebelumnya mencatatkan kenaikan sekitar 3,25 poin dari pertandingan terakhir. Jika berhasil menang melawan Lebanon, tambahan poin itu bisa semakin besar dan berpotensi membuat Garuda menyalip posisi lawan di tabel ranking.

Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) menggunakan sistem perhitungan Elo untuk menentukan perubahan poin setelah sebuah pertandingan internasional. Sistem ini memperhitungkan kekuatan lawan, hasil pertandingan, serta bobot kompetisi, sehingga setiap kemenangan atas tim dengan peringkat lebih tinggi memberikan dampak signifikan.

Pelatih Patrick Kluivert menilai laga melawan Lebanon bukan sekadar ujian strategi, melainkan kesempatan untuk membuktikan perkembangan sepak bola Indonesia. “Kami ingin terus meningkatkan performa tim dan pertandingan melawan Lebanon akan menjadi tolak ukur penting,” ujar Kluivert.

Indonesia diprediksi akan kembali menggunakan formasi empat bek seperti saat mengalahkan Taiwan 6-0 pada laga sebelumnya. Gaya bermain ofensif menjadi salah satu ciri khas yang diterapkan Kluivert sejak memimpin skuad Garuda.

Dengan performa yang semakin konsisten, optimisme publik terhadap timnas kian meningkat. Dukungan penuh suporter di Stadion Gelora Bung Tomo diyakini akan menjadi tambahan semangat bagi pemain dalam menghadapi Lebanon.

Apabila Indonesia berhasil mengalahkan Lebanon, maka posisi di ranking FIFA berpotensi naik mendekati peringkat 112 dunia. Walaupun lonjakan drastis masih bergantung pada hasil pertandingan negara lain, peluang Indonesia menyalip Lebanon cukup terbuka.

Perbaikan peringkat FIFA menjadi salah satu target jangka menengah PSSI untuk mendukung program pengembangan sepak bola nasional. Dengan posisi yang lebih baik, peluang Indonesia untuk mendapatkan lawan berkualitas di pertandingan internasional juga semakin besar.

Selain itu, posisi ranking FIFA juga berpengaruh terhadap undian babak kualifikasi turnamen besar. Semakin tinggi peringkat Indonesia, semakin baik peluang masuk ke pot unggulan yang lebih menguntungkan.

Dalam konteks Asia, Indonesia kini bersaing ketat dengan negara-negara seperti Lebanon, Yordania, dan Bahrain yang menempati peringkat berdekatan. Kemenangan atas Lebanon tidak hanya akan menambah poin, tetapi juga meningkatkan prestise Garuda di kancah sepak bola regional.

Pertandingan ini sekaligus menjadi ujian konsistensi skuad Garuda yang sedang dalam tren positif. Setelah sukses meraih kemenangan besar atas Taiwan, publik kini menantikan langkah selanjutnya dalam menantang tim dengan peringkat lebih tinggi.

Secara keseluruhan, laga Indonesia vs Lebanon pada 8 September 2025 memiliki arti penting lebih dari sekadar pertandingan persahabatan. Hasil positif tidak hanya memperkuat mental pemain, tetapi juga dapat mengubah posisi Garuda di ranking FIFA secara signifikan.

Dengan potensi tambahan poin yang diperoleh dari kemenangan, Indonesia berpeluang mencatatkan sejarah baru dalam perjalanan ranking FIFA. Semua mata kini tertuju ke Surabaya, tempat skuad Garuda akan berjuang mengibarkan nama Indonesia di panggung internasional.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Pendakian Arjuno-Welirang Ditutup Imbas Kebakaran Tahura Raden Soerjo, Begini Tata Cara Reschedule Tiket!

Alun-alun Bandung Resmi Dibuka Lagi! Walkot Farhan: Jam Operasionalnya Pukul 08.00-16.00 WIB

Kabar Gembira! Anggota DPR Desak Pemerintah Realisasikan Sekolah SD-SMP Gratis Sesuai Amanat Putusan MK

Bimo/Arlya Tersingkir di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Fokus dan Mental Jadi Evaluasi Utama

Pullman Jakarta Central Park Gandeng Alethea Sposa Hadirkan Koleksi Mooncake Eksklusif

Daftar Destinasi Wisata yang Masih Ditutup Sementara Pascagempa NTT

Hotel Ciputra Jakarta Gelar Wedding Open House 2026, Gandeng 30+ Vendor

Pemkot Bandung Dorong Ruang Terbuka Hijau Berkualitas dan Jaga Mata Air

Chris John Rambah Dunia Animasi di Film Dragon's Dojo, Perankan Karakter Nama Sendiri

Polisi Tangkap Mahasiswa Bugil yang Mabuk dan Aniaya Pengendara di Lenteng Agung

Wali Kota Bandung Pamerkan Kekuatan Musik Melalui Konser Merah Putih 2026 Swara Merdeka

AS Monaco Resmi Putus Kontrak Paul Pogba Usai Didera Cedera Panjang

OpenAI Luncurkan ChatGPT for Teens, Dilengkapi Mode Belajar Khusus

Pemkab Kulon Progo Rencanakan Perluasan RSUD Nyi Ageng Serang

Pemkot Bandung Dukung BPJS Ketenagakerjaan Dorong Ahli Waris Mandiri Secara Ekonomi

Ekonomi Terpuruk Akibat Gempa, Kolombia Langsung Lobi AS Minta Penangguhan Tarif Dagang

Pemprov DKI dan PAM Jaya Kejar Target 100 Persen Air Bersih pada 2029

Pemkot Bandung Selidiki Kasus Pengelupasan Pohon

Kelurahan Sukamiskin di Bandung Bangun Ekosistem Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

Gubernur Pramono Anung Pastikan Beasiswa LPDP Jakarta Jalan dan Sekolah Dibenahi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.