Warga Diimbau Segera ke Puskesmas Jika Batuk tak Kunjung Sembuh

Rabu, 03 Sep 2025, 15:48 WIB

Jakarta -- Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengimbau agar warga segera memeriksakan diri ke puskesmas jika mengalami batuk berkepanjangan dan tak kunjung sembuh karena berpotensi tuberkulosis (TB). 

"TB dapat diketahui melalui pemeriksaan dahak dari batuk. Jadi kalau ada gejala batuk yang panjang dan sebagainya, itu bisa datang ke puskesmas atau ke rumah sakit," kata Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan DKI Jakarta Arif Syaiful Haq dalam Sosialisasi Stop Tuberkulosis (TB) di Jakarta, Rabu.

Ket. Foto: Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan DKI Jakarta Arif Syaiful Haq dalam Sosialisasi Stop Tuberkulosis (TB) di Jakarta, Rabu (2/9). — Sumber: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa

Dia menjelaskan pemeriksaan dahak dilakukan melalui tes cepat molekuler. Petugas kesehatan nantinya melakukan dua kali pengambilan dahak, yakni saat pasien datang ke fasilitas kesehatan dan setelah pasien bangun tidur pada pagi hari.

"Jadi saat datang ke puskesmas, langsung diambil dahaknya, kemudian (pasien) dibekali pot dahak. Besok paginya, harus dikeluarkan dahaknya dan diantarkan ke puskesmas untuk dicek dahak pada saat bangun tidur," jelas Arif.

Pengambilan dahak, sambung dia, juga dapat dilakukan sewaktu-waktu dengan jarak minimal satu jam.

Lebih lanjut, dia memaparkan cara mengeluarkan dahak yang benar, yaitu dengan menarik nafas dalam sebanyak tiga kali, lalu sentakkan untuk mengeluarkan dahak dari paru-paru. Warna dahak yang benar adalah putih, kekuningan atau kehijauan, dan teksturnya lebih kental dari air liur.

Jika sulit mengeluarkan dahak, coba beraktivitas terlebih dahulu, misalnya lari-lari kecil di tempat atau minum teh hangat.

"Nanti bisa dibantu oleh tenaga kesehatan di puskesmas, untuk bisa mengeluarkan dahak yang baik dan benar," papar Arif.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan per Juli 2025, kasus TB di Jakarta mencapai 36.825 kasus. Dari jumlah tersebut, 676 kasus di antaranya merupakan TB resistan obat (RO) atau kebal terhadap obat TB lini pertama sehingga memerlukan pengobatan berbeda, lebih lama, dan kompleks dibandingkan TB biasa. 

  • Tuberculosis (TBC)

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

Berita Terbaru

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.