Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

Minggu, 23 Agu 2026, 16:10 WIB

LEBAK -- ‎Panen durian dan manggis di Kabupaten Lebak, Banten menyerap ribuan tenaga kerja mulai petani, buruh pemetik, buruh panggul, angkutan transportasi kendaraan, penampung/tengkulak hingga pedagang pengecer.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar di Lebak, Minggu, mengatakan panen durian dan manggis tahun ini melimpah di Kecamatan Leuwidamar, Cirinten, Gunungkencana, Sobang, Muncang, Bojongmanik, Cijaku, Cigemblong, Cibeber, Cilograng , Bayah, Cipanas , Lebak Gedong, Panggarangan, Cihara, Cikulur dan Cimarga.

Ket. Foto: Pedagang durian di Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Banten memadati setiap ruas jalan seiring musim panen tanaman hortikultura dan menjadi andalan ekonomi masyarakat. — Sumber: ANTARA/Mansur

‎Panen tanaman hortikultura jenis durian dan manggis menjadi andalan ekonomi masyarakat di daerah itu.

‎Selain itu juga panen durian dan manggis dipastikan menyerap ribuan tenaga kerja, sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.

‎"Kami berharap petani terus mengembangkan pertanian hortikultura jenis durian guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat," kata Rahmat

‎Acong (50), seorang bandar penampung buah durian dan manggis saat ditemui di Jalan Selatan Rangkasbitung, mengatakan dirinya merekrut 50 tenaga kerja untuk melayani permintaan pasar,.

‎Selama panen buah durian dan manggis membawa peningkatan ekonomi masyarakat, sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan.

‎Sebab, dirinya setiap hari memasok durian hingga 5 ribu butir per hari dengan harga rata-rata Rp20 ribu per butir.

‎Mereka konsumen kebanyakan pedagang eceran dari Rangkasbitung, Jakarta dan sejumlah daerah di Jawa Barat.

‎"Kami mendapatkan pasokan durian dan manggis di sejumlah kecamatan di Lebak, seiring musim panen melimpah dari Agustus dan dipastikan Oktober mendatang," kata Acong.

‎Ade, seorang pedagang di Gang Kibun Rangkasbitung mengaku dirinya merekrut 10 tenaga kerja untuk melayani konsumen pecinta makan durian dan menghabiskan 1.000 butir durian per hari dengan harga rata-rata Rp50 ribu/butir, sehingga menghasilkan pendapatan Rp50 juta per hari.

‎Panen durian tahun ini melimpah, karena berbagai daerah di Kabupaten Lebak memasuki musim durian.

‎Namun, pihaknya hanya dipasok durian dari petani Suku Badui, karena memiliki keunggulan di antara buahnya tebal, beraroma juga manis.

‎"Kami merasa kewalahan permintaan durian khas Badui hingga rombongan dan anggota keluarga, sehingga terlayani dengan menyerap 10 tenaga kerja," katanya menjelaskan.‎

  • Panen Durian

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.