Pemprov DKI Ingatkan Warga Pengobatan Tuberkulosis Gratis

Rabu, 03 Sep 2025, 12:25 WIB

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengingatkan warga Jakarta terkait pengobatan tuberkulosis (TB) yang bebas biaya alias gratis hingga sembuh di seluruh puskesmas di Ibu Kota.

"Sakit TB ini bisa diobati, dan gratis pengobatannya, itu ada di puskesmas, di seluruh puskesmas yang ada di DKI Jakarta," ujar Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Arif Syaiful Haq, dalam Sosialisasi Stop Tuberkulosis (TB) di Jakarta, Rabu (03/9).

Ket. Foto: Lembar presentasi Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Arif Syaiful Haq, mengenai gejala tuberkulosis (TB) yang ditampilkan dalam Sosialisasi Stop Tuberkulosis (TB) di Jakarta, Rabu (2/9/2025). — Sumber: ANTARA

Menurut dia, Pemprov DKI berkomitmen menyelenggarakan pelayanan TB, mulai dari pemeriksaan sampai pengobatan hingga tuntas, demi mewujudkan target eliminasi TB pada 2030.

Di sisi lain, dia mengungkapkan pengobatan TB membutuhkan waktu enam bulan, asalkan pasien minum obat secara teratur.

Sejumlah efek samping dari obat TB, di antaranya kehilangan nafsu makan, nyeri sendi atau kesemutan, air kencing berwarna kemerahan, gatal dan kemerahan di kulit, gangguan keseimbangan tubuh, serta pandangan buram.

"Tapi tetap harus diminum obat TB-nya, datang konsultasi kepada petugas kesehatan di puskesmas atau dokter-dokter yang ada di fasilitas kesehatan lainnya," kata Arif.

Pasien yang berhenti mengonsumsi obat TB, misalnya baru dua bulan lalu berhenti minum obat, dapat berisiko kebal atau resistan obat.

Kalau sudah seperti itu, sambung dia, maka pasien harus menjalani masa pengobatan yang lebih panjang, yakni 9 hingga 24 bulan.

"Kalau sudah resisten, tidak lagi mempan dengan obat TB lini pertama, harus dengan obat yang lebih kuat lagi. Kalau kita bicara yang resisten obat, pasien harus minimal selama 9-24 bulan minum obat," jelas Arif.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta per Juli 2025, kasus TB di Ibu Kota mencapai 36.825 kasus. Dari jumlah tersebut, 676 kasus di antaranya atau 2 per 100 orang merupakan TB resistan obat (RO) atau kebal terhadap obat TB lini pertama. 

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

Berita Terbaru

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.