Pembunuh Bayaran Sudah Tiga Hari Awasi Apartemen Diplomat Indonesia Zetro di Lima

Selasa, 02 Sep 2025, 23:01 WIB
LIMA - Media Peru, La Republica, pada Selasa (2/9), melaporkan, pembunuh bayaran diduga telah memantau gerak-gerik dan kebiasaan diplomat KBRI Peru, Leonardo Zetro Purba, yang tewas ditembak di depan apartemennya Senin malam. 
"Ini adalah pembunuhan pertama dengan cara bayaran yang kami tangani tahun ini di distrik Lince. Peristiwa dan motif yang menyebabkan orang ini menjadi korban belum diketahui," ujar Kepala Kepolisian Nasional Peru atau National Police of Peru  (PNP), Komisaris D. Guivar Z. 
Menurut laporan awal, para pelaku diyakini warga negara asing, berdasarkan karakteristik fisik yang terekam oleh kamera pengawas.
Guivar mengatakan, rencana pengepungan "Plan Cerco" telah diaktifkan, yurisdiksi lain telah diberitahu, dan kantor polisi Lince, bersama dengan Seksi Investigasi Kriminal Kepolisian atau Sección de Investigación Criminal (SEINCRI), sedang melakukan investigasi yang diperlukan. 
Polisi mengatakan bahwa Zetro sedang bersepeda menuju kondominiumnya bersama istrinya, Priscillia, dari Arequipa Avenue ke apartamenya di Distrik Lince ketika ia dicegat oleh dua orang penyerang menggunakan sepeda motor yang kemudian menembaknya beberapa kali. 
Sementara itu, seorang warga melaporkan bahwa sebuah sepeda motor telah berkeliaran di daerah itu tiga hari yang lalu. "Ada sepeda motor di persimpangan Loayza dan Vallejo, dan penumpangnya sedang mengawasi gedung. Di sini, di bengkel TV dan radio, ia bertanya apakah mereka memperbaiki televisi, yang tidak masuk akal, lalu mereka melanjutkan mengawasi," ujarnya.
Rekan kerja Zetro di KBRI, Irwan Butapierre, menyatakan bahwa ia mengenal korban sebagai orang yang tenang dan peduli kepada keluarganya. "Peru adalah negara yang tidak aman. Ia sedang bersepeda dengan tenang, tidak menyangka akan ada bahaya, dan mereka menembaknya. Saya tidak tahu mengapa mereka membunuhnya," tambahnya, mendesak pihak berwenang untuk bertindak cepat dan menangkap para pelaku.
Menlu tuntut investigasi 
Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan belasungkawa atas penembakan yang menewaskan Zetro yang menjabat sebagai Penata Kanselerai Muda KBRI Lima, tulis La Republica mengutip pernyataan Kementerian Luar Negeri Indonesia.
Menlu Sugiono terus berkomunikasi dengan mitranya dari Peru, Elmer Schialer, untuk meminta agar "investigasi dilakukan secara menyeluruh, transparan, dan cepat, serta memastikan perlindungan terbaik bagi personel diplomatik dan warga negara Indonesia di Peru."
Kementerian Luar Negeri Peru sendiri mengeluarkan pernyataan penyesalan atas meninggalnya Zetro dan menyatakan bahwa langkah-langkah yang diperlukan akan diambil untuk membantu Duta Besar Indonesia. "Menteri Luar Negeri Schialer menyampaikan belasungkawa terdalamnya atas nama Presiden Republik dan rakyat Peru."
Kemenlu juga mengumumkan bahwa proses pemulangan jenazah ke Indonesia akan dimulai. Sugiono dilaporkan mengunjungi klinik tempat korban meninggal, tempat jaksa yang sedang bertugas dan petugas 
PNP memastikan bahwa langkah-langkah telah diambil untuk mengklarifikasi apa yang terjadi, "sementara juga menawarkan peningkatan keamanan bagi staf dan fasilitas Kedutaan Besar di Lima."
Sementara itu, Jaksa Agung Pedro Nicho Suyón, dari Kejaksaan Tinggi Korporasi Kedua San Isidro-Lince (Kantor Pertama), telah memerintahkan petugas polisi dari Divisi Pembunuhan untuk mengambil pernyataan dari istri korban dan melaksanakan prosedur mendesak dan tidak dapat ditunda lainnya untuk mengklarifikasi apa yang terjadi.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.