Mantan Wamenaker Akui Kesalahan Terkait Pemerasaan
Selasa, 02 Sep 2025, 16:57 WIBJAKARTA - Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer (IE), mengakui kesalahannya terkait pemerasaan pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Bahkan, dia menyatakan siap bertanggung jawab atas perbuatan yang membuatnya menjadi tersangka.
"Saya mengakui kesalahan dan siap mempertanggungjawabkannya," kata dia di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (2/9).
Noel, panggilan akrabnya, juga menyatakan tidak akan mengajukan praperadilan untuk menguji status hukum yang ditetapkan KPK.
KPK menetapkan IE sebagai tersangka dugaan korupsi pemerasaan pengurusan izin sertifikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Bersamanya juga ditetapkan 10 tersangka lainnya yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) oleh penyidik KPK.
Ketua KPK, Setyo Budiyanto, mengatakan para tersangka diduga me-mark up biaya pengurusan sertifikasi K3.
"Tarif sertifikasi sebenarnya Rp275 ribu, tetapi fakta di lapangan perusahaan harus mengeluarkan biaya hingga Rp6 juta," ujar dia.
Setyo mengatakan kasus pemerasaan ini telah berlangsung sejak 2019. Menurut perhitungan KPK kerugian negara akibat dugaan pemerasaan ini mencapai Rp81 miliar. ils/I-1
- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
- Dugaan pemerasan Wamenaker
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Inovasi AI dan Digitalisasi Data Perkuat Layanan Kesehatan Ibu di Indonesia
-
Polres Metro Tangerang Kota Kejar Pemasok Ribuan Obat Keras ke Wilayah Tangerang
-
Perum Bulog Sumut dan Produsen Kerja Sama Tingkatkan Pasokan MinyaKita
-
Couch Herdman Ajak Tim Tetap Rendah hati
-
Hari Laut Sedunia Jadi Momentum Penguatan Kolaborasi Pengelolaan Laut
-
KPK Buka Peluang Periksa Menhut terkait Kasus Korupsi Bupati Kuansing
-
Modus Canggih di Jepang: Eks Insinyur Racik Program Sendiri Demi Gasak Jutaan Yen
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.