Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Basarnas: Cuaca Jadi Faktor Penentu Pencarian Heli Jatuh di Kalimantan

📅 Selasa, 02 Sep 2025, 18:13 WIB | Oleh:
Basarnas: Cuaca Jadi Faktor Penentu Pencarian Heli Jatuh di Kalimantan Doc: ANTARA/Gecio Viana
Ket. Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Noer Isrodin Muchlisin.

JAKARTA - Basarnas menilai kondisi cuaca menjadi faktor penentu utama keberhasilan operasi pencarian helikopter yang diduga jatuh setelah hilang kontak di hutan Kalimantan wilayah Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Noer Isrodin dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (2/9), mengatakan bahwa personelnya telah berkoordinasi dengan BMKG di Kalimantan Selatan terkait kondisi cuaca guna memperlancar kegiatan pencarian hari kedua helikopter nahas itu.

Basarnas mengakui, tim SAR gabungan menghadapi tantangan berat dalam upaya pencarian helikopter BK117 milik Esindo Air yang diduga jatuh di wilayah Mantewe, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, sejak Senin (1/9).

Menurutnya, medan pencarian yang merupakan hutan bervegetasi lebat, lalu keterbatasan komunikasi, serta cuaca dinamis menjadi kendala utama tim pencarian.

"Kami sadar situasi di lapangan penuh dinamika, namun pencarian tetap kami optimalkan," ujarnya.

Operasi pencarian tersebut melibatkan 430 personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, PMI, Damkar, kelompok relawan, hingga unsur potensi SAR lainnya dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso mengatakan bahwa dalam perencanaan pencarian tersebut dilakukan melalui jalur darat, udara, serta dukungan teknologi seperti drone termal untuk mendeteksi panas tubuh.

Pada Selasa pagi, helikopter AW169 milik Polda Kalimantan Tengah mendarat di Bandara Syamsudin Noor Kalimantan Selatan setelah sehari sebelumnya sempat gagal menjangkau lokasi akibat hujan deras.

Helikopter itu akan kembali memperkuat pencarian di area yang telah ditentukan.

Selain itu, Basarnas juga mendapat tambahan dukungan dari Balikpapan berupa satu helikopter lagi untuk memperluas sektor pencarian.

"Kami terus berkoordinasi dengan Basan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah," kata Edy.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dan menekankan pentingnya menjaga semangat serta keselamatan tim SAR di lapangan.

"Soliditas tim adalah kunci agar operasi kemanusiaan ini berhasil," ucapnya.

Basarnas mengajak masyarakat mendoakan agar delapan orang yang berada di dalam helikopter, baik WNI maupun WNA, dapat segera ditemukan. Mereka adalah Kapten Haryanto (Pilot), Eng Hendra (teknisi mesin) Mark Werren, Yudi Febrian, Andys Rissa Pasulu, Santha Kumar, Claudine Quito dan Iboy Irfan Rosa (penumpang). Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Swasembada Susu Masih Terbentur Impor

13 menit yang lalu | Lukman

Ekonomi
Swasembada Susu Masih Terbe...
Ekonomi
KIH Perkuat Daya Saing Prod...

Pemkot Surabaya Siapkan Perwali untuk Lindungi Hak Mbak-mbak PRT

13 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Pemkot Surabaya Siapkan Per...
Daerah
8 Accu Stasiun Pemantau Ana...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.