Wali Kota Bandung Ajak Warga Lestarikan Angklung
Senin, 01 Sep 2025, 19:20 WIBBANDUNG - Pemerintah Kota Bandung kembali menggelar Bandung Kota Cerita edisi ke-3 di Cihampelas Walk (Ciwalk), Minggu, (31/8).
Kegiatan ini menghadirkan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, bersama Taufik Hidayat Udjo dari Saung Angklung Udjo, untuk berdiskusi santai mengenai literasi sebagai sarana pelestarian budaya dan wisata, khususnya angklung sebagai warisan budaya dunia.
Menurut Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, penting untuk menjaga, mendokumentasikan, dan mewariskan angklung sebagai identitas budaya Kota Bandung.
âBandung punya angklung, dan kita harus beruntung. Angklung telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda dunia (intangible cultural heritage). Salah satu syaratnya adalah setiap hari harus ada kegiatan yang ngangklung, baik di sekolah, lembaga pertunjukan, maupun komunitas masyarakat. Maka, pemerintah harus hadir untuk memastikan itu berjalan,â ujar Wali Kota Farhan.
Wali Kota Farhan menyatakan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) akan menyiapkan layanan khusus penyimpanan arsip terkait karya-karya seni angklung, termasuk lagu-lagu yang diciptakan.
Hal ini untuk melindungi hak cipta seniman serta menjaga dokumentasi resmi perjalanan budaya angklung di Kota Bandung.
âKita akan meluncurkan program penyimpanan arsip resmi. Setiap karya akan dicatat, diberi stempel tanggal diterima, dan disimpan sebagai bukti. Jadi ketika ada sengketa hak cipta, arsip inilah yang menjadi pegangan hukum. Kota kreatif tidak akan berarti tanpa catatan sejarah yang tersimpan rapi,â papar dia.
Lebih lanjut, Wali Kota Farhan mengatakan, Kota Bandung harus menjadi kota yang tidak hanya keren, tetapi juga pintar.
Menurut dia, edukasi budaya angklung harus terus dilakukan secara berulang (drill) agar masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki pengetahuan yang sama dan mendalam tentang warisan budaya tersebut.
âSaya percaya dengan drill. Kalau terus diulang, lama-lama akan meresap. Semua orang di rumah akan punya pengetahuan yang sama tentang angklung,â imbuh dia.
Sementara itu, Taufik Hidayat Udjo atau Kang Opik dari Saung Angklung Udjo menjelaskan, makna angklung sebagai simbol harmoni, disiplin, toleransi, dan kerja sama.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Farhan yang dinilainya konsisten mendukung pelestarian angklung, bahkan sejak masa pandemi Covid-19.
âBeliau adalah pemimpin yang peduli. Saat pandemi, Pak Farhan membeli angklung untuk membantu Saung Angklung tetap hidup. Itu bukan soal nominal, tapi soal kepedulian agar budaya tetap lestari,â ungkap Kang Opik.
Kang Opik juga menyoroti pentingnya menjaga kondusivitas Kota Bandung. Menurutnya, pariwisata sangat bergantung pada rasa aman dan nyaman wisatawan.
âHari ini ada beberapa grup turis dari Amerika yang membatalkan kunjungan karena melihat pemberitaan di media sosial. Padahal sebenarnya kondisi di Bandung aman. Maka kita semua perlu ikut menyebarkan berita baik, agar citra Bandung tetap positif sebagai kota budaya dan wisata,â pesan dia. ils/I-1
- Saung Angklung Udjo
- Angklung
- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Pemkot Bandung Siapkan Penguatan Ketahanan Pangan
-
Pagi Tadi, Gabungan Polres Jaktim dan Brimob Bubarkan Tawuran di Klender
-
Walkot Farhan Wanti-wanti BPBD Bandung Akan Potensi Cuaca Ekstrem di Musim Kemarau
-
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur
-
Wali Kota: Aktivasi Bandara Husein Perkuat Investasi dan Pariwisata Bandung-Malaysia
-
Penjualan kulit ketupat di Samarinda
-
Wali Kota: Grand Design Kependudukan Jadi Panduan Bandung Menuju 2045
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.