Kelompok Houthi Tangkap Sejumlah Staf WFP

Senin, 01 Sep 2025, 16:33 WIB

ADEN - Sejumlah karyawan Program Pangan Dunia (WFP) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ditangkap oleh kelompok Houthi di Sanaa, ibu kota Yaman, pada Minggu (31/8), demikian diungkapkan beberapa narasumber keamanan dan pekerja kemanusiaan kepada Xinhua.

Menurut seorang pejabat keamanan setempat, yang enggan disebutkan identitasnya, seorang karyawan WFP ditangkap dari kantor pusat WFP di Sanaa, sementara beberapa lainnya ditangkap dari kantor WFP di kota pelabuhan tepi Laut Merah, Hodeidah.

Ket. Foto: Ilustrasi karyawan WFP — Sumber: World Food Programme

Seorang narasumber WFP di Yaman mengonfirmasi penangkapan tersebut, dan menambahkan bahwa tiga petugas keamanan yang bekerja di kantor pusat WFP di Sanaa juga ditahan ketika pasukan Houthi menyerbu gedung tersebut.

"Kami tidak tahu nasib karyawan yang masih berada di dalam kantor saat penyerbuan," kata narasumber anonim tersebut.

Narasumber tersebut juga mengungkapkan bahwa "Houthi saat ini menahan beberapa staf Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) untuk diinterogasi di ruang bawah tanah kantor pusat badan tersebut di Sanaa".

Menyusul serangan udara Israel di Sanaa pada Kamis (28/8) yang menewaskan Ahmed al-Rahawi, perdana menteri dari pemerintahan yang didukung Houthi, serta beberapa menteri lainnya, sejumlah narasumber Yaman melaporkan otoritas intelijen Houthi menahan puluhan orang di ibu kota dan sejumlah wilayah lain, termasuk beberapa pekerja kemanusiaan setempat dan karyawan organisasi bantuan internasional, karena mencurigai orang-orang tersebut bekerja sama dengan Israel.

Puluhan staf PBB dan personel organisasi bantuan telah ditahan oleh Houthi sejak Juni 2024, meskipun PBB telah berulang kali meminta mereka untuk dibebaskan. Belum ada komentar langsung dari kelompok Houthi mengenai penangkapan pada Minggu tersebut.

WFP adalah salah satu lembaga kemanusiaan terbesar yang beroperasi di Yaman yang dilanda perang, di mana konflik bertahun-tahun telah memicu apa yang digambarkan oleh PBB sebagai salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Yaman telah dilanda perang saudara sejak 2014, ketika pasukan Houthi merebut ibu kota Sanaa, yang mendorong koalisi pimpinan Saudi untuk melakukan intervensi pada 2015.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.