Gempa Amat Dangkal Afganistan Tewaskan 250 Warga. Perlu Bantuan Darurat Sesegera Mungkin

Senin, 01 Sep 2025, 13:42 WIB

JAKARTA – Masyarakat internasional diminta segera mengirimkan bantuan darurat untuk warga korban tewas dampak gempa di Afganistan.Sedikitnya 250 orang tewas dan 500 lainnya terluka saat gempa magnitudo 6,0 mengguncang wilayah timur Afghanistan Minggu (31/8) malam waktu setempat. Demikian infomrasi Kementerian Informasi negara tersebut kepada kantor berita Anadolu.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa terjadi pukul 23.47 waktu setempat (Senin, 02.17 WIB), dengan pusat gempa berlokasi 27 kilometer sebelah timur laut Jalalabad sangat dangkal di kedalaman 8 kilometer. Seorang pejabat kementerian mengatakan kepada Anadolu bahwa korban jiwa telah dilaporkan di distrik Nur Gal, Sawki, Watpur, Manogi, dan Chapa Dara di provinsi Kunar.

Ket. Foto: gempa dangkal afganistan — Sumber: ist

Ia mengatakan angka kematian dan korban luka belum final karena para pejabat masih berkomunikasi dengan penduduk setempat di banyak daerah terpencil dan tim bantuan sedang dalam perjalanan. Jalan menuju Dewa Gul di distrik Sawki dan Mazar Dara di distrik Nur Gul terblokir akibat longsor, sehingga menyulitkan tim penyelamat untuk mencapai daerah terdampak.

Warga setempat menggambarkan gempa tersebut sebagai salah satu yang terkuat yang pernah melanda negara mereka. Sementara itu, Juru bicara pemerintahan sementara Afghanistan, Zabihullah Mujahid, mengonfirmasi bahwa gempa tersebut telah menimbulkan korban jiwa.

“Sangat disayangkan, gempa malam ini telah menyebabkan hilangnya nyawa dan kerusakan properti di beberapa provinsi timur kami,” tulisnya di platform media sosial X milik perusahaan AS. Mujahid menuturkan pejabat lokal dan penduduk terlibat dalam upaya penyelamatan, dengan tim bantuan dari provinsi pusat dan sekitarnya menuju ke daerah tersebut.

“Semua sumber daya yang tersedia akan dikerahkan untuk menyelamatkan nyawa,” ujarnya. Setidaknya dua gempa susulan dengan magnitudo 5,2 mengguncang daerah yang sama setelah gempa besar, menurut USGS.

Kecelakaan Bus

Afganistan sepertinya sulit jauh dari kejadian mengenaskan. Sebelumnya, telah terjadi kecelakaan bus yang menewaskan 25 orang dan 27 lainnya terluka. Ini terjadi ketika sebuah bus penumpang terbalik di dekat ibu kota Kabul, Rabu (27/8). Abdul Mateen Qani, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afganistan, mengatakan insiden itu terjadi di dekat persimpangan Arghandi di Kabul pada Selasa malam, menurut laporan Tolo News.

Dia menambahkan bahwa bus tersebut keluar jalur dan terbalik karena kelalaian pengemudi. Sementara itu, juru bicara utama Taliban, Zabihullah Mujahid mengatakan kepada Anadolu bahwa total 44 orang tewas dan terluka dalam kecelakaan itu.

Pekan lalu, 79 orang, termasuk 19 anak-anak, tewas ketika sebuah bus yang membawa migran yang dipulangkan dari Iran bertabrakan dengan sebuah truk dan sebuah sepeda motor serta terbakar di jalan raya Herat-Islam Qala di Provinsi Herat.

Kecelakaan lalu lintas yang mematikan masih menjadi tragedi umum di Afganistan, di mana infrastruktur jalan yang buruk dan perilaku mengemudi yang ugal-ugalan sering kali mengakibatkan korban jiwa.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.