- Home
-
- Luar Negeri
-
- Bantu Rumah Tangga, Jepang...
Bantu Rumah Tangga, Jepang Tambah Anggaran Belanja 3,1 Triliun Yen
Kamis, 04 Jun 2026, 21:33 WIBTOKYO - Kabinet Jepang menyetujui rancangan anggaran tambahan sebesar 3,11 triliun yen (sekitar 19,5 miliar dolar AS) pada Rabu (3/6) untuk mengatasi dampak kenaikan harga energi di tengah konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
Rancangan undang-undang itu diperkirakan memperoleh persetujuan parlemen pada Jumat (5/6). Sementara, kebutuhan terkait anggaran tambahan yang muncul hanya dalam waktu lebih dari dua bulan setelah memasuki tahun fiskal saat ini, yang dimulai pada April, memicu kembali kekhawatiran soal memburuknya kesehatan fiskal negara itu dan peningkatan laju inflasi.
Anggaran tambahan itu akan menciptakan dana cadangan sebesar 2,5 triliun yen untuk merespons lonjakan harga energi dan dampak situasi di Timur Tengah lainnya, terutama dengan menambah alokasi dana untuk subsidi bensin.
Sejak Maret, demi menanggulangi tekanan inflasi yang dipicu oleh situasi di Timur Tengah, pemerintah memberikan subsidi kepada para pedagang grosir minyak untuk membatasi harga ritel bensin di level sekitar 170 yen per liter, dan mendanai subsidi tersebut dengan uang sekitar 800 miliar yen yang diambil dari dana cadangan tahun fiskal 2025.
Menurut Kementerian Keuangan Jepang, dana untuk subsidi bensin saat ini berpotensi habis dalam beberapa bulan mendatang jika terus digunakan dengan laju saat ini. Saldo dana itu tercatat 670 miliar yen pada akhir Mei, setelah 310 miliar yen dicairkan hanya pada April saja.
Pengeluaran tambahan itu mencakup subsidi senilai 513,5 miliar yen dari Juli hingga September untuk membantu rumah tangga menanggung biaya kenaikan energi pada musim panas tahun ini.
Anggaran tambahan itu juga menyisihkan 100 miliar yen yang dapat digunakan secara mandiri oleh pemerintah daerah, seperti subsidi untuk rumah tangga yang menggunakan gas elpiji dan bisnis yang memanfaatkan listrik tegangan ekstra tinggi.
Jepang sangat bergantung kepada Timur Tengah terkait impor minyak mentah. Menyusul peluncuran serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran pada akhir Februari dan penutupan efektif Selat Hormuz, partai penguasa dan oposisi di Jepang telah menyerukan kepada pemerintah agar menyusun anggaran tambahan untuk mengatasi kenaikan harga minyak mentah. Ant
- japanese yen
- sanae takaichi
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Garmen dan Mainan Non-SNI Membanjiri Pasar Domestik
-
Menkomdigi: Tidak Ada Transfer Data Penduduk Indonesia ke AS
-
John Herdman Puji Kualitas Marselino Ferdinan di Pemusatan Latihan Timnas Indonesia
-
Asik, Sambut Libur Sekolah PELNI Berikan Diskon Tarif Tiket Kapal Hingga 30 Persen
-
Tembus 131 Ribu Orang, Bandara Soetta Mendadak Dipadati Penumpang Saat Libur Kenaikan Yesus Kristus, Ada Apa?
-
Aksi Kriminal Marak di Jakbar, Pemprov DKI Diminta Lakukan Antisipasi
-
Jacob Roulstone Gantikan Mario Aji di Moto2 Hungaria
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.