ASEAN Lakukan Kolaborasi dalam Teknologi Baterai
Senin, 01 Sep 2025, 17:25 WIBJAKARTA - Konferensi Teknologi Baterai ASEAN ke-3 (ASEAN Battery Technology Conference/ABTC) sukses digelar pada 29 Agustus 2025. Bertempat di lingkungan yang ramah lingkungan di Phuket, konferensi ini menggarisbawahi komitmen ASEAN terhadap inovasi dan keberlanjutan.
Acara tiga hari ini diselenggarakan oleh Asosiasi Teknologi Penyimpanan Energi Thailand (TESTA) bekerja sama dengan lima organisasi baterai dan kendaraan listrik terkemuka di ASEAN. Konferensi tahun ini dihadiri oleh lebih dari 340 peserta, termasuk Samawit Supanpai, Wakil Gubernur Phuket.
Acara ini juga menyambut sekelompok pembicara terkemuka, seperti Peraih Nobel Prof. Stanley Whittingham, dan Prof. Shirley Meng (Universitas Chicago /Argonne), bersama dengan lembaga-lembaga terkemuka seperti NCSTT (Indonesia), NanoMalaysia, dan Konsorsium Baterai Singapura.
Bertema seputar keselamatan, pembiayaan, dan pertumbuhan masa depan, sesi diskusi panel dari para pemimpin industri dan peneliti membahas terobosan ilmiah terbaru, strategi untuk membangun rantai pasokan baterai yang tangguh, dan investasi dalam solusi baterai generasi mendatang untuk mempercepat transisi energi bersih ASEAN.
Pameran dan kegiatan jejaring juga menyediakan platform untuk memamerkan inovasi dan mendorong kolaborasi baru. Dr. Pimpa Limthongkul, salah satu pendiri dan presiden Asosiasi Teknologi Penyimpanan Energi Thailand, TESTA, mengatakan, konferensi tahun ini telah menunjukkan bahwa ASEAN siap memimpin dalam membangun ekosistem baterai yang berkelanjutan.
âDengan tekad kolektif dari industri, riset, dan mitra pemerintah, kita bukan lagi sekadar pengadopsi teknologi, kita sedang membentuk masa depannya,â ujar dia melalui keterangan tertulis pada hari Senin (1/9).
Dr. Sing Yang Chiam, Direktur Teknis, Konsorsium Baterai Singapura, Jaringan Keamanan Baterai ASEAN (ABSN) mengatakan, keselamatan tetap menjadi inti dari inovasi. Seiring meningkatkan penyebaran, semua harus memastikan bahwa kinerja berjalan seiring dengan perlindungan.
âDiskusi di sini menunjukkan bagaimana ASEAN dapat menunjukkan kepemimpinan dalam kolaborasi lintas batas untuk inisiatif terkait keselamatan baterai,â ungkapnya.
Dr. Rezal Khairi Bin Ahmad, CEO NanoMalaysia Berhad (NMB), mengatakan, kolaborasi lintas batas adalah pendorong kemajuan yang sesungguhnya, mulai dari rantai pasokan sirkular hingga kerangka kerja pembiayaan.
âDari rantai pasokan sirkular hingga kerangka kerja pembiayaan, ABTC 2025 telah menjadi contoh bahwa kekuatan ASEAN terletak pada kerja sama untuk membuka peluang dalam ekonomi baterai global,â ungkapnya.
- Baterai Energi
- ASEAN
- energi terbarukan
- ASEAN Battery Technology Conference (ABTC)
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Arab Saudi, UEA, Qatar, dan Bahrain Rayakan Idul Fitri pada Jumat 20 Maret
-
Bandara Pangkalpinang Buka Ruang Tunggu Baru Hadapi Arus Mudik
-
Asean Sepakat Dorong Anggaran Ketahanan Iklim di Kawasan
-
Problematik Data PBI: Anggaran BPJS Rp1 Triliun Dinilai Tak Cukup Cover Warga Jakarta
-
Karhutla Mengancam Natuna, Lanud RSA Aktifkan Posko Udara Siaga Darurat
-
BMKG Minta Nelayan Waspadai Gelombang hingga Empat Meter di Perairan Laut NTT
-
Impor dari India, Ini Spesifikasi Mahindra Scorpio yang Bakal Jadi Mobil Operasional Koperasi Merah Putih
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.