Kebakaran Hotel di New Delhi Tewaskan 21 Orang, Sebagian Besar Warga Asing

Kamis, 04 Jun 2026, 08:26 WIB

NEW DELHI - Kebakaran hebat melanda sebuah hotel di New Delhi pada hari Rabu (3/6), menewaskan sedikitnya 21 orang, sebagian besar di antaranya warga negara asing, menurut polisi dan media lokal.

Saluran televisi India menayangkan kobaran api yang menjulang dari gedung dan kepulan asap hitam tebal yang membumbung ke langit. Orang-orang yang terjebak di lantai atas terlihat melompat ke atas kasur yang diletakkan di bawah.

Ket. Foto: Kebakaran Hotel di Delhi Menewaskan 21 Orang, Termasuk 18 Warga Asing — Sumber: Kashmir Observer

Kebakaran gedung sering terjadi di India karena kurangnya peralatan pemadam kebakaran dan pengabaian rutin terhadap peraturan keselamatan. Penyebab kebakaran terbaru ini belum diketahui secara pasti.

Insiden itu terjadi pagi hari di Flourish Stay, sebuah penginapan di lingkungan padat penduduk di selatan kota, kata Kepolisian Delhi dalam sebuah pernyataan.

"Dengan kesedihan mendalam, kami mengumumkan bahwa 21 orang telah dinyatakan meninggal dalam insiden tragis ini," kata polisi.

Beberapa dari mereka yang tewas adalah warga asing, terutama dari Asia Tengah dan Afrika, demikian dilaporkan kantor berita Press Trust of India, mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya. 

Menurut laporan media lokal, banyak dari mereka datang ke kota itu untuk mendapatkan perawatan medis.

Kementerian Luar Negeri India telah menghubungi kedutaan-kedutaan besar yang warganya termasuk di antara mereka yang terkena dampak kebakaran, kata para pejabat.  

Kementerian "tetap menjalin kontak erat dengan kedutaan-kedutaan terkait dan memberikan semua bantuan yang diperlukan," kata Wakil Menteri Luar Negeri Kirti Vardhan Singh pada tanggal X.

Pihak berwenang mengatakan lebih dari 40 orang dibawa ke rumah sakit untuk perawatan.

Delapan orang berada dalam kondisi kritis, menurut pernyataan dari rumah sakit terdekat.

Sebanyak 47 tamu berada di hotel tersebut ketika kebakaran terjadi, kata anggota parlemen setempat, Satish Upadhyay, kepada wartawan.

Warga setempat bergegas ke lokasi kejadian, sementara petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api dan ambulans tiba untuk mengangkut korban luka.

Perdana Menteri Narendra Modi menyebut kematian tersebut tragedi. 

"Saya menyampaikan belasungkawa kepada mereka yang telah kehilangan orang yang mereka cintai," kata kantornya dalam sebuah pernyataan.

Melompat dari Gedung 

Beberapa laporan menyebutkan bahwa hotel tersebut hanya memiliki satu pintu masuk dan keluar serta tidak memiliki ventilasi yang memadai.

"Penyelidikan akan dilakukan, dan siapa pun yang melanggar norma dan bertanggung jawab akan segera ditangkap," kata Upadhyay.

Menurut saksi mata, beberapa orang yang terjebak di lantai atas gedung melompat ke atas kasur yang diletakkan di jalan di luar gedung. 

"Kami mendapatkan kasur dari toko perlengkapan tidur terdekat karena ada orang yang perlu diselamatkan," kata Mohammad Anees, seorang warga setempat, kepada AFP. 

"Setelah kasur-kasur itu dihamparkan, lima wanita melompat dari gedung dan mendarat dengan selamat di atasnya."

Api akhirnya berhasil dipadamkan dengan bantuan delapan mobil pemadam kebakaran, kata polisi.

Penyebab kebakaran tersebut, yang merupakan salah satu kebakaran paling mematikan di ibu kota India dalam beberapa tahun terakhir, belum segera diketahui.

Korsleting listrik, yang sering disebabkan oleh instalasi kabel yang kurang terawat, tetap menjadi penyebab utama kebakaran di India.

Pada bulan Maret, kebakaran di sebuah rumah sakit milik pemerintah di India bagian timur menewaskan 10 pasien yang sakit kritis.

Insiden kebakaran besar terakhir di Delhi menewaskan 43 pekerja pabrik yang sedang tidur di sebuah gedung di kawasan kota tua pada tahun 2019. 

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.