Generasi Muda Gaza Terancam Menjadi Generasi yang Hilang

Minggu, 31 Agu 2025, 19:31 WIB

GAZA - Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) memperingatkan krisis pendidikan di Gaza setelah lebih dari 660.000 anak di wilayah Palestina itu kehilangan haknya untuk bersekolah akibat perang yang dilancarkan Israel.

"Perang di Gaza adalah perang terhadap anak-anak dan harus segera dihentikan. Anak-anak harus selalu dilindungi," kata UNRWA dalam pernyataannya pada Sabtu (30/8).

Ket. Foto: Anak-anak pengungsi bermain di dalam kendaraan yang terbakar di kota Deir al-Balah, Jalur Gaza. — Sumber: AFP

Badan itu juga memperingatkan bahwa generasi muda Gaza terancam menjadi "generasi yang hilang."

Sementara sekolah-sekolah di Tepi Barat yang diduduki Israel rencananya akan dibuka kembali pada 1 September, ruang-ruang kelas di Gaza masih tutup.

Kementerian Pendidikan Palestina menyebutkan sekitar 700.000 siswa di Gaza tak bisa melanjutkan pendidikan dan lebih dari 70.000 di antaranya tidak bisa mengikuti ujian sekolah menengah selama dua tahun berturut-turut.

Data kementerian itu menunjukkan, sejak Oktober 2023, serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 17.000 siswa sekolah dan lebih dari 1.200 mahasiswa di Gaza, serta melukai puluhan ribu lainnya.

Di wilayah pendudukan Tepi Barat, puluhan pelajar juga tewas, terluka, atau ditahan pasukan Israel selama periode itu.

Korban jiwa juga menimpa guru dan tenaga kependidikanan. Hampir 1.000 pekerja pendidikan tewas di Gaza, sementara ribuan lainnya terluka atau ditahan Israel di seluruh wilayah Palestina.

  • palestine

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.