Pelatihan Terpadu di Sigi, Langkah Kementan Revitalisasi Pertanian Daerah
Jumat, 29 Agu 2025, 22:20 WIBSIGI â Pelatihan pemberdayaan pertanian terpadu menjadi langkah strategis dalam mendorong modernisasi sektor pertanian sekaligus meningkatkan kemandirian petani.
Melalui pendekatan terpadu yang menggabungkan aspek budidaya, pengelolaan lahan, diversifikasi usaha tani, hingga pemanfaatan teknologi digital dan ramah lingkungan, pelatihan ini bertujuan mencetak petani yang lebih adaptif terhadap dinamika pasar dan perubahan iklim.
Selain memperkuat produktivitas dan efisiensi, program ini juga membuka peluang pengembangan agroindustri lokal serta memperluas akses pasar melalui rantai nilai yang lebih terstruktur.
Tantangan yang perlu diantisipasi adalah kesinambungan pendampingan, adopsi teknologi di tingkat akar rumput, serta dukungan permodalan yang memadai.
Dengan tata kelola yang baik, pelatihan pertanian terpadu dapat menjadi motor penggerak transformasi pertanian dari sekadar sektor subsisten menuju sektor unggulan yang berdaya saing tinggi dan berkelanjutan.
Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) memberikan pelatihan serta pemberdayaan pertanian terpadu di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
"Jadi pemberdayaan pertanian terpadu ini kita mulai awal September mendatang," kata Sekretaris Komisi Penyuluh Pertanian Sulawesi Tengah Muh Adam melalui keterangan tertulisnya diterima di Sigi, Jumat (29/8).
Ia mengemukakan pelatihan itu nantinya akan melibatkan petani, pengurus BUMDes, Koperasi Merah Putih, Kelompok Wanita Tani, wirausaha dan petani milenial di daerah itu.
"Tentu dengan adanya pelatihan pemberdayaan tersebut bisa melahirkan petani profesional dalam mendukung program pemerintah di bidang pertanian," ucapnya.
Ia menuturkan peserta pemberdayaan itu akan diberikan materi terkait mengenai sistem pertanian terpadu, manajemen dan pengolahan hasil-hasil pertanian.
"Untuk lokasi pelaksanaan di pusat pelatihan pertanian dan perdesaan Desa Oloboju Kabupaten Sigi secara swadaya," sebutnya.
Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sigi mencatat luas lahan pertanian di Kabupaten Sigi mencapai 15.280 hektare.
Sementara itu Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae menyebutkan tahun ini melakukan optimalisasi lahan pertanian seluas 400 hektare yang rusak akibat bencana 2018 silam guna dimanfaatkan kembali oleh masyarakat di daerah itu.
Menurut dia, optimalisasi lahan itu untuk mewujudkan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Sigi.
"Kami sudah merencanakan optimalisasi lahan terdampak bencana yang selanjutnya digunakan untuk mendukung swasembada pangan," katanya.
Ia memastikan hal itu sebagai bentuk guna meningkatkan kesejahteraan petani dan memulihkan sektor pertanian secara berkelanjutan di Kabupaten Sigi.
"Pemkab Sigi senantiasa berupaya supaya lahan pertanian dan perkebunan yang rusak akibat bencana ini bisa segera dimanfaatkan kembali oleh petani di daerah itu," ujarnya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.