IHSG Anjlok, Terpukul Sentimen Aksi Demo di Jakarta
Jumat, 29 Agu 2025, 14:15 WIBJAKARTA - Pengamat sekaligus Founder Stocknow.id Hendra Wardana menilai aksi demonstrasi yang terjadi di beberapa lokasi Jakarta, telah memberikan sentimen negatif bagi pasar modal Indonesia.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat anjlok 180,80 poin atau 2,27 persen ke posisi 7.771,28 pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (29/08), di Bursa Efek Indonesia (BEI).
âPenyebab utama tekanan ini bukan hanya faktor global, tetapi lebih pada kondisi domestik. Aksi massa yang merebak di Jakarta dan sejumlah daerah menjadi sentimen negatif karena meningkatkan ketidakpastian politik,â ujar Hendra dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (29/8).
Ia menjelaskan pasar modal sangat sensitif terhadap isu stabilitas, begitu muncul potensi risiko keamanan, investor asing maupun domestik cenderung menahan diri bahkan melepas portofolio untuk mengamankan posisi likuiditas.
Ia melanjutkan gejolak sosial diperparah oleh respons pemerintah yang belum tepat, alih-alih menjalin komunikasi terbuka dengan masyarakat, langkah yang muncul justru berupa imbauan Work From Home (WFH) bagi Anggota DPR.
âKebijakan ini menimbulkan persepsi bahwa pemerintah dan wakil rakyat lebih memilih menjauh ketimbang mendengar aspirasi langsung. Padahal, pasar butuh sinyal stabilitas dan kepastian. Dalam ekonomi, persepsi sering kali lebih kuat pengaruhnya dibanding fakta di lapangan,â ujar Hendra.
Ia mengatakan tidak mengherankan apabila situasi ini menjadi sorotan media internasional, yang mana investor global yang memantau Indonesia melihat adanya eskalasi ketidakpastian politik, yang berujung pada aksi jual di pasar keuangan.
Apabila IHSG melemah lebih dari area 7.800, menurutnya, risiko koreksi lebih dalam bisa terbuka, sehingga banyak pelaku pasar saat ini memilih strategi defensif sembari menunggu kepastian arah kebijakan pemerintah.
âNamun, jika psikologis pasar terus diganggu oleh ketidakpastian maka pelemahan IHSG sulit dihindari meski faktor fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat,â ujar Hendra.
Ia mengingatkan pelaku pasar selalu bekerja berdasarkan sentimen dan ekspektasi, yang mana sekuat apapun analisis fundamental yang ada, apabila persepsi investor negatif maka tekanan jual tetap terjadi.
âKarena itu, menjaga stabilitas sosial dan politik saat ini menjadi kunci untuk menahan pelemahan IHSG lebih dalam,â ujar Hendra.
Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (29/08), di Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG tercatat anjlok 180,80 poin atau 2,27 persen ke posisi 7.771,28.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.625.838 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 33,99 miliar lembar saham senilai Rp13,31 triliun. Sebanyak 89 saham naik, 662 saham menurun, dan 49 tidak bergerak nilainya.
- IHSG
- Aksi Demonstrasi
- Aksi Demonstrasi di Jakarta
- Sentimen negatif
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Rencana Demo di Jakarta 27 Agustus. Ada Kubu Siapa Saja dan Apa Misinya ?
-
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat, Mengikuti Bursa Asia dan Global
-
Stasiun Rangkasbitung Relatif Aman meski Ada Aksi Demo di Jakarta
-
Minggu, Harga Pertamax Turun, BBM Lain Ikut
-
IHSG Hari Ini Menguat Mengikuti Bursa Asia, Dipicu Kebijakan "Buyback" Obligasi AS
-
Tak Perlu ke Jepang, Bunga Sakura di Kebun Raya Cibodas Tengah Mekar dan Jadi Buruan Wisatawan
-
Festival Budaya Bali Digelar di Tokyo Jepang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.