Laga Panas Liverpool Lawan Arsenal

Kamis, 28 Agu 2025, 07:36 WIB

LIVERPOOL - Laga panas dua tim favorit gelar Liga Inggris akan tersaji di Anfield akhir pekan ini ketika Liverpool menjamu Arsenal. Namun, bayang-bayang masa depan penyerang Newcastle, Alexander Isak, justru menjadi isu yang membayangi laga besar dua kandidat juara tersebut.

Liverpool dan Arsenal sama-sama telah menggelontorkan hampir 550 juta pound (10,7 triliun rupiah) dalam bursa transfer musim panas ini. Meski demikian, Isak yang terang-terangan menyatakan keinginan hengkang dari Newcastle masih menjadi komoditas utama hingga batas akhir jendela transfer pada hari Senin mendatang.

Ket. Foto: Bek Arsenal William Saliba (kiri), berebut bola dengan gelandang Liverpool, Dominik Szoboszlai pada pertandingan Liga Primer Inggris antara Liverpool lawan Arsenal di Anfield, Liverpool, Inggris, baru-baru ini. — Sumber: PETER POWELL / AFP

Tim juara bertahan Liverpool disebut-sebut sebagai destinasi favorit penyerang asal Swedia itu. Tapi harga tinggi yang dipatok Newcastle, 150 juta pound (sekitar 2,9 triliun rupiah), membuat The Reds harus menimbang ulang, apakah perlu kembali mengeluarkan dana besar untuk lini depan atau justru memperkuat pertahanan yang masih rapuh di awal musim.

Liverpool sejauh ini sudah mendatangkan Florian Wirtz dengan biaya transfer 100 juta pound yang berpotensi naik menjadi rekor Inggris 116 juta pound, serta Hugo Ekitike seharga 69 juta pound. Wirtz belum tampil meyakinkan. Sedangkan Ekitike langsung unjuk gigi dengan tiga gol dalam tiga laga kompetitif.

Namun, performa The Reds masih jauh dari stabil. Dua kemenangan awal di liga diraih dengan drama penuh gol: 4-2 atas Bournemouth dan 3-2 melawan Newcastle. Bahkan, remaja 16 tahun Rio Ngumoha menjadi pahlawan tak terduga di St James’ Park, saat tuan rumah tampil penuh emosi karena terusik oleh manuver Liverpool mengejar Isak.

Federico Chiesa, rekrutan lain, juga memberikan kontribusi penting saat melawan Bournemouth. Meski kehilangan Luis Diaz dan Darwin Nunez yang dijual, serta tragedi wafatnya Diogo Jota akibat kecelakaan mobil bulan lalu, pelatih Arne Slot tetap menegaskan dirinya puas dengan komposisi lini serang.

“Saya senang dengan skuad ini. Tapi bila ada pemain yang benar-benar bisa meningkatkan kualitas, klub selalu menunjukkan kesediaan untuk mendatangkannya. Namun semuanya harus sesuai: harga tepat, posisi tepat, dan pemain itu ingin datang ke sini,” ujar Slot.

Selain lini depan, Liverpool juga memperkuat pertahanan di sektor sayap dengan Milos Kerkez dan Jeremie Frimpong, serta bek muda Giovanni Leoni.

Meski demikian, kritik tajam masih diarahkan ke sektor pertahanan. Dominik Szoboszlai sempat terpaksa dimainkan sebagai bek kanan darurat. Sedangkan Ibrahima Konate masih dirundung ketidakpastian masa depan dan tampil mengecewakan.

Legenda klub, Jamie Carragher, menyindir performa Konate. “Dia benar-benar tidak berada di level yang dibutuhkan. Saya bahkan ngeri membayangkan Liverpool tanpa Virgil van Dijk,” ujarnya. Kapten Crystal Palace Marc Guehi pun masuk radar sebagai calon tandem baru Van Dijk di jantung pertahanan.

Andalkan Gyokeres

Meski Liverpool membelanjakan dana lebih banyak, catatan belanja bersih Arsenal lebih besar karena The Reds mendapat tambahan dana lebih dari 200 juta pound dari hasil penjualan pemain. The Gunners sejatinya membutuhkan penyerang tajam, tetapi memilih tidak mengejar Isak. Dana 250 juta pound mereka dibagi untuk tujuh pemain baru. Viktor Gyokeres didapuk sebagai mesin gol baru, dan langsung membuktikan diri lewat dua gol saat Arsenal melumat Leeds 5-0.

Eberechi Eze juga menjadi wajah segar yang disambut meriah suporter di Emirates, usai menolak pinangan Tottenham. Di lini tengah, Martin Zubimendi menambah kekuatan. Sedangkan Noni Madueke, Cristhian Mosquera, Kepa Arrizabalaga, serta Christian Norgaard memberikan kedalaman skuad yang lebih merata.

Pelatih Mikel Arteta menegaskan, langkah itu buah evaluasi musim lalu. “Kami belajar dari pengalaman. Musim ini Anda butuh skuad besar karena jadwal padat, apa saja bisa terjadi. Itulah mengapa kami bertindak agresif di bursa transfer,” ungkapnya.

Di balik itu semua, Arsenal tetap mengandalkan fondasi kokoh pertahanan. Dua musim terakhir mereka tercatat sebagai tim dengan lini belakang terbaik Liga Inggris. Musim ini pun mereka membuka dua laga dengan catatan bersih dari kebobolan, kontras dengan Liverpool yang harus berjibaku di laga-laga penuh gol. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.