Kubheka Pecahkan Batas Kemampuan Manusia: 100 Kilometer Tuntas di Bawah Enam Jam
Kamis, 28 Agu 2025, 01:57 WIBNARDÃ, ITALIA SELATAN- Sejarah olahraga terciptaketika Sibusiso Kubheka dari Afrika Selatan menjadi manusia pertama yang berlari sejauh 100 kilometer dalam waktu kurang dari enam jam. Di lintasan legendaris Nardò Ring, Selasa (26/8) waktu setempat, dia membukukan catatan luar biasa 5 jam 59 menit 20 detik, memangkas enam menit 15 detik dari rekor dunia lama milik Aleksandr Sorokin yang bertahan di angka 06:05:35.
Momen ini tercipta dalam ajang bertajuk Chasing 100, sebuah tantangan unik yang digagas Adidas. Acara tersebut tidak hanya menguji daya tahan manusia, tetapi juga merangkum kolaborasi antara kecepatan atlet elite dengan terobosan teknologi terkini. Kubheka tampil dengan perlengkapan inovatif hasil riset panjang Adidas, mulai dari sepatu yang dirancang sesuai biomekanik pribadi hingga sistem pendinginan canggih yang terinspirasi dari Formula 1.
âChasing 100 adalah tentang dorongan tanpa henti untuk berlari lebih cepat dan menembus batas. Pencapaian Kubheka adalah bukti nyata bagaimana inovasi adidas dapat berpadu dengan kemampuan atletik terbaik dan menghasilkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya,â ujar Alasdhair Willis, Chief Creative Officer Adidas, usai perlombaan.
Lomba ini mempertemukan lima pelari kelas dunia. Selain Kubheka, ada Aleksandr Sorokin dari Lituania, Jo Fukuda dari Jepang, Charlie Lawrence dari Amerika Serikat, dan Ketema Negasa dari Etiopia. Seluruhnya mengenakan perlengkapan edisi khusus yang dikembangkan bersama tim desain Adidas: sepatu ultra-responsif yang dipersiapkan dengan teknik penyimpanan bertekanan, rompi pendingin untuk menjaga suhu tubuh, hingga pakaian dengan material baru yang meningkatkan sirkulasi udara. Sebagian inovasi tersebut baru akan diluncurkan ke publik pada tahun 2026.
Di garis finis, Kubheka tampak kelelahan namun penuh emosi. âSaya bangga sekali dengan pencapaian ini. Berlari 100 kilometer di bawah enam jam adalah sesuatu yang tampak mustahil, tapi dengan persiapan tepat, kepercayaan, dan teknologi inovatif dari adidas, kami berhasil mewujudkannya. Jika atlet terbaik berpadu dengan inovasi olahraga, segalanya bisa terjadi,â ujarnya.
Meski tidak mampu mempertahankan rekor, Sorokin tetap menunjukkan kelasnya dengan finis ketiga dalam waktu 6:04:10, hanya tiga detik di belakang Charlie Lawrence yang mencatat 6:03:47. Kedua catatan itu pun sudah cukup untuk melewati rekor lama Sorokin sendiri, menegaskan bahwa lomba ini bukan hanya tentang satu pelari, tetapi tentang seluruh generasi baru dalam dunia lari ultra.
Bagi Adidas, Chasing 100 hanyalah permulaan. Inisiatif bertajuk Chasing ini dirancang untuk terus menantang batas performa manusia, memadukan keberanian atlet dengan desain revolusioner, serta menguji batas-batas baru dalam dunia olahraga.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Pemkot Tangerang Imbau Warga Tak Tergiur Tawaran Bantu Daftar SPMB
-
Jabar Berbagi Santuni 500 Anak Yatim-Dhuafa
-
Jasamarga Pantau Terus Jalan Berlubang di Tol Jakarta–Cikampek
-
IKN Siap Sambut Aktivitas ASN Jadi Pusat Pemerintahan Baru Indonesia
-
Tips Menciptakan Rumah Nyaman dan Menarik
-
Perkuat Kemitraan Global, Kemenag Gandeng Empat Lembaga di Mesir
-
Pembalap Gresini Racing Fermin Aldequer Juara Balapan di Mandalika
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.