Kewirausahaan: Dari Mencari Cuan ke Menciptakan Manfaat
Kamis, 28 Agu 2025, 23:20 WIBMAKASSAR â Kewirausahaan tidak semata-mata soal membangun bisnis dan mencari keuntungan, tetapi juga mencerminkan keberanian untuk menghadirkan solusi atas persoalan nyata di masyarakat.
Seorang wirausaha dituntut mampu membaca peluang di balik masalah, kemudian mengubahnya menjadi inovasi yang memberi nilai tambah, baik secara ekonomi maupun sosial.
Dengan perspektif ini, kewirausahaan berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja, memperkuat daya saing bangsa, sekaligus mendorong transformasi sosial melalui solusi kreatif dan berkelanjutan.
âNegara yang memiliki banyak wirausaha tangguh akan lebih cepat maju. Kewirausahaan bukan hanya soal bisnis, tetapi juga keberanian menciptakan solusi dari masalah yang ada di masyarakat,â ujar Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurahman saat memberikan kuliah umum di Unhas, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (28/8).
Dia mengemukakan hal itu ketika membawakan kuliah dengan tema âPengembangan UMKM dan Peran Perguruan Tinggi dalam Penguatan Inovasi Kewirausahaanâ di Aula Prof. Amiruddin, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar.
Maman Abdurrahman menjelaskan bahwa kewirausahaan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan daya saing bangsa di tengah persaingan global.
Menurut dia, diperlukan strategi yang sistematis dalam mencetak wirausaha baru, khususnya melalui dukungan perguruan tinggi. Mahasiswa, kata Maman, adalah agen potensial dalam melahirkan ide-ide inovatif berbasis riset.
âPemerintah hadir sebagai regulator dan fasilitator, perguruan tinggi sebagai pusat inovasi. Semua elemen harus bergerak bersama,â ujar Maman.
Lebih lanjut, Menteri Maman juga menekankan peran perguruan tinggi dalam mendukung inovasi kewirausahaan.
Unhas misalnya, kata dia, telah menunjukkan komitmen melalui program inkubasi bisnis, pendampingan mahasiswa wirausaha, dan riset-riset aplikatif yang mendorong terciptanya produk bernilai tambah.
âPerguruan tinggi bukan sekadar mencetak sarjana, tetapi juga melahirkan wirausaha muda yang kreatif dan berdaya saing. Kampus adalah laboratorium hidup untuk berinovasi,â ujar Maman.
Diakhir materinya, Maman mengingatkan bahwa kesuksesan dalam berwirausaha tidak datang secara instan. Banyak pengusaha muda gagal bukan karena ide yang buruk, melainkan kurangnya disiplin dalam mengelola keuangan dan menjaga komitmen.
âTidak ada kesuksesan yang lahir dari bersantai. Tekad kuat, disiplin, dan konsistensi adalah kunci. Bagi wirausaha muda, kegagalan adalah bagian dari proses belajar,â tutup Maman.
Kuliah umum ditutup dengan dialog interaktif antara Menteri UMKM, mahasiswa dan pelaku usaha yang hadir. Diskusi berlangsung hangat, menyoroti tantangan sekaligus peluang UMKM di era digital.
Kuliah umum ini merupakan rangkaian Entrepreneur Hub Sulawesi Selatan 2025, yang diselenggarakan Kementerian UMKM kerja sama Unhas dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Wali Kota Bandung Tegaskan Fokus Pemkot Pada Pelayanan Publik dan Agenda Pembangunan
-
Living World Denpasar Tekan Emisi Karbon 1.224 Ton Lewat 905 Panel Surya.
-
HUNDRED HOO HAA CUP 2026 Resmi Bergulir, Hadirkan Pebulutangkis Senior dari 14 Negara
-
Lelah di Pengungsian, Warga Lebanon Berbondong-bondong Datang untuk Pulang
-
RSUD Natuna Latih Perawat Tangani Trauma Jantung pada Bayi dan Anak
-
20 Pelaku UMKM Penyandang Disabilitas di Malang Didorong Naik Kelas
-
Polres Pelabuhan Tanjung Priok Tangkap Pencuri Motor Ojol dalam Waktu Dua Jam
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.