Gubernur BI: Transaksi di Jepang Sudah Bisa Gunakan QRIS
Rabu, 27 Agu 2025, 10:00 WIBJAKARTA - Sistem pembayaran antara Indonesia dan Jepang kini sudah terhubung dengan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS. Penggunaan QRIS dapat dilakukan dengan memindai JPQR Global di merchant-merchant yang berpartisipasi.
âKonektivitas QRIS Indonesia-Jepang menandai komitmen kuat kedua negara dalam mempererat hubungan ekonomi melalui inovasi digital. Sekaligus mencerminkan sistem pembayaran yang semakin kuat, saling terhubung melalui digital dan semakin seamless,â kata Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, saat menyaksikan uji coba langsungpenggunaan QRIS di Jepang, Senin (25/8).
Uji coba dilakukan oleh Deputi Gubernur Filianingsih Hendarta di World Expo 2025 di Osaka, Jepang. Di Indonesia, uji coba tersebut disaksikan oleh Wakil Duta Besar Bidang Perekonomian Ueda Hajime dan Menteri Keuangan Jepang, Katsunobu Kato.
âKemajuan lobalisasi dan pertumbuhan ekonomi yang signifikan di wilayah Asia, membuat transaksi antarnegara meningkat. Untuk itu, kebutuhan akan sistem pembayaran antarnegara juga meningkat,â kata Katsunobu Kato.
Jepang dan Indonesia telah dapat bertransaksi secara langsung menggunakan Yen dan Rupiah sejak Agustus 2020. Untuk melengkapinya, koneksitas pembayaran menggunakan QR code antara Jepang dan Indonesia diresmikan 17 Agustus 2025.
âHarapannya, implementasi ini dapat merealisasikan transaksi barang dan jasa yang makin dinamis antara Indonesia-Jepang. Jepang berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama ekonomi dan keuangan dengan Indonesia,â imbuh Katsunobu.
"Saya berharap, dengan implementasi ini kita dapat merealisasikan masa depan dimana transaksi barang dan jasa antara Jepang dan Indonesia semakin dinamis, menuju kemajuan dan kesejahteraan bersama," kata dia.
Menteri Katsunobu juga menyatakan komitmen Jepang untuk terus memperkuat kerjasama ekonomi dan keuangan dengan Indonesia.
Sebelumnya, Indonesia-Jepang telah menyepakati kerja sama Local Currency Transaction (LCT) yang diimplementasikan tahun 2020.Skema ini memungkinkan perdagangan dan investasi tidak bergantung pada mata uang pihak ketiga.
âIntegrasi LCT dan QRIS antarnegara lebih dari sekadar mempermudah transaksi pembayaran sehari-hari. Tapi juga untuk mendukung terbentuknya ekosistem pembayaran digital yang tangguh,â kata Gubernur BI, Pery Warjiyo. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
PLN Jaga Keandalan Listrik Saat Indonesia Tundukkan Mozambik di GBK
-
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo Mengundurkan Diri
-
EJAE-Andrea Bocelli Buka Piala Dunia 2026 di Mexico City lewat "DNA"
-
Harga Emas Antam Pagi Ini Naik Rp20.000 ke Angka Rp2.709.000 per Gram
-
Mensesneg: Presiden Prabowo Menerima Pengunduran Diri Gubernur BI Perry Warjiyo
-
Musim Kemarau, Disdamkar Garut Imbau Warga Waspada Potensi Kebakaran Rumah dan Lahan
-
Produk Impor Wajib Bersertifikat Halal Mulai Oktober 2026, Ini Penjelasan BPJPH
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.