Banten Target 2027 Bebas Desa Tertinggal
Rabu, 27 Agu 2025, 21:30 WIBSERANG -Â Pemerintah Provinsi Pemprov) Banten menargetkan tidak ada lagi desa berstatus tertinggal pada 2027. Fokus percepatan dilakukan melalui pembentukan Satgas Percepatan Pembangunan Desa yang melibatkan OPD, TNI, Polri, hingga swasta agar 24 desa tertinggal di Lebak dan Pandeglang bisa naik status menjadi berkembang.
Upaya percepatan dilakukan melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pembangunan Desa yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Banten, Raden Berly Rizki Natakusumah di Serang, Rabu mengatakan, selama ini intervensi pembangunan desa dilakukan secara parsial sehingga kurang optimal.
âSekarang ini lebih difokuskan pada komunikasi yang aktif dan kolaborasi agar dampaknya jelas. Kami ditugaskan menjadi koordinator percepatan pembangunan desa sehingga bisa memberikan langkah konkret terkait apa yang harus dilaksanakan, pembiayaan, dan manfaatnya bagi masyarakat,â ujarnya
Satgas Percepatan Pembangunan Desa, kata Berly, akan beranggotakan unsur organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, TNI, Polri, serta pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial (CSR). âKita akan mengarahkan koordinasi lintas sektor. Semua diarahkan untuk percepatan,â tambahnya.
Salah satu program konkret adalah pembangunan jalan poros desa yang dialokasikan ke 24 desa tertinggal. âItu sama dengan program Bang Andra. Lokusnya di 24 desa. Selain infrastruktur, kami juga akan memenuhi tenaga kesehatan dan guru. Contoh konkret, dokter internship kita arahkan ke desa-desa tersebut,â ujar dia menjelaskan.
Berly menuturkan, keterbatasan administrasi dan aksesibilitas menjadi kendala utama yang mempengaruhi status desa. âBeberapa desa belum mampu menyediakan data lengkap dan banyak indikator layanan dasar yang belum terpenuhi,â katanya.
DPMD menargetkan, pada evaluasi tahun 2026 yang dilaksanakan pada 2027, tidak ada lagi desa tertinggal di Banten. âMinimal naik status menjadi berkembang. Selain itu, kami berharap desa mandiri bertambah menjadi 200 desa dari posisi saat ini sebanyak 137 desa,â ungkapnya.
Asisten Daerah (Asda) I Pemprov Banten, Komarudin, menyebut 24 desa tertinggal berada di Kabupaten Lebak dan Pandeglang. âIndikator ketertinggalan meliputi layanan dasar, infrastruktur ekonomi, lingkungan hidup, dan tata kelola pemerintahan desa. Kita optimis 2â3 tahun ke depan tuntas,â katanya.
Ia menegaskan, seluruh program OPD akan diarahkan ke desa sasaran. âKalau dulu tersebar, sekarang fokus ke sana. Misalnya akses sekolah, tenaga kesehatan, listrik, dan infrastruktur jalan akan diprioritaskan. Kami optimis, paling lama tiga tahun selesai,â ujar Komarudin.
- pemprov banten
- lebak
- desa tertinggal
- pandeglang
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Hari Ini Harga Emas Antam Naik Rp21.000 Jadi Rp2,343 Juta/Gram
-
Film Mickey 17, Konflik dari Kloning Manusia
-
Pertamina Optimalkan Perlindungan Perempuan dan Anak Lewat Program TJSL dan Pemberdayaan UMKM
-
Lindungi Kepentingan Nasional, RI Lanjutkan Proses Sengketa Minyak Sawit dengan Uni Eropa di WTO
-
Singkong Muram di Ogan Ilir: Petani Gigit Jari, Harga Tak Bersahabat
-
Update Wilayah Rawan Longsor Jakarta Maret 2026: Lokasi, Penyebab, dan Cara Mitigasi
-
Menhut Raja Juli Lepasliarkan 20 Kura-kura Leher Ular Rote yang Langka
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.