Janice Tjen Ukir Sejarah di US Open, Tantang Emma Raducanu di Putaran Kedua

Senin, 25 Agu 2025, 11:56 WIB

Janice Tjen Ukir Sejarah di US Open, Tantang Emma Raducanu di Putaran Kedua

NEW YORK — Nama Janice Tjen kini tengah menjadi sorotandi tenis dunia. Petenis asal Jakarta berusia 23 tahun itu mencatat sejarah di US Open 2025 dengan menjadi wakil Indonesia pertama yang menembus babak utama Grand Slam sejak Angelique Widjaja pada tahun 2004. Tidak hanya berhenti di situ, Janice langsung membuat kejutan besar dengan menyingkirkan unggulan Russia, Veronika Kudermetova, di babak pertama.

Ket. Foto: Janice Tjen (kanan) bertemu Emma Raducanu di babak kedua US Open 2025. — Sumber: AFP

Kemenangan dramatis 6-4, 4-6, 6-4 tersebut mengantar Janice melaju ke putaran kedua. Dia akan menghadapi juara US Open 2021, Emma Raducanu, Rabu (27/8) waktu setempat. Laga ini diprediksi berlangsung di lapangan utama Flushing Meadows, memberi panggung besar bagi Tjen untuk melanjutkan mimpi.

Janice Tjen lahir pada tanggal 6 Mei 2002 di Jakarta. Meski sudah menyandang status profesional sejak 2018, jalur karirnya tidak lurus sepenuhnya di dunia tenis. Ia menempuh pendidikan tinggi di Amerika Serikat, sempat membela tim Universitas Oregon pada musim 2020–2021, sebelum bergabung dengan Pepperdine University selama tiga tahun. Dari sanalah ia mulai menyeimbangkan akademik dengan kiprah kompetitif di tenis internasional.

Janice Tjen juga sempat membela Indonesia di Asian Games 2022 di Hangzhou, Tiongkok, dengan torehan medali perunggu nomor ganda putri. Namun, ketekunannya di sirkuit ITF-lah yang kemudian membentuk fondasi karirnya. Dalam rentang lebih dari setahun, ia meraih 13 gelar dan tiga kali menjadi finalis.

Prestasi terbesarnya datang pada bulan Juni lalu saat menjuarai turnamen W50 di Taizhou, Tiongkok, dengan mengalahkan Yang Yidi 7-5, 6-3 di final. Ia juga tampil konsisten di turnamen W15, W35, hingga mencapai final Landisville Challenge di Amerika Serikat. Meski kalah tipis dari Petra Marcinko, hasil tersebut menandai kebangkitannya sebagai salah satu nama baru yang patut diperhitungkan.

Dengan ranking yang meroket hingga menyentuh peringkat 147 dunia, Janice berhak tampil di babak kualifikasi US Open. Status non-unggulan tidak membuatnya gentar. Ia justru tampil beringas, menyingkirkan unggulan ke-22 Varvara Lepchenko (6-3, 6-1), Maja Chwalinska (7-5, 7-5), hingga unggulan ketiga Aoi Ito (6-1, 6-2).

Momentum itu berlanjut ke babak utama. Lawan pertamanya, Veronika Kudermetova, yang lebih berpengalaman dan sempat menghuni 20 besar dunia, dipaksa menyerah oleh Tjen dalam laga penuh determinasi. Hasil ini sontak menarik perhatian publik tenis dunia, yang awalnya menduga Kudermetova akan melaju mulus menghadapi Raducanu di putaran kedua.

Kini, giliran Emma Raducanu menanti. Berdasarkan simulasi dari Dimers, Raducanu tetap lebih dijagokan. Model analisis mereka yang telah mensimulasikan pertandingan hingga 10.000 kali menempatkan peluang kemenangan Raducanu sebesar 79 persen, sedangkan Janice Tjen hanya 21 persen.

Namun, status underdog justru bisa menjadi keuntungan bagi Janice Tjen. “Kadang menjadi sosok yang tak terlalu dikenal bisa membuat lawan kesulitan,” tulis Dimers dalam analisisnya. Kudermetova sudah merasakan langsung betapa sulitnya menghadapi permainan penuh kejutan dari Janice.

Mirip Ashleigh Barty

Selain performanya, gaya bermain Janice Tjen juga menyedot perhatian. Jurnalis tenis Ben Rothenberg menilai ada kemiripan antara Janice dengan Ashleigh Barty, mantan petenis nomor satu dunia asal Australia. Penilaian itu diperkuat Matt Trollope, produser konten Australian Open. Menurutnya, Janice memiliki presentasi permainan yang tenang, cerdas, dan efisien layaknya Barty, berbeda dengan generasi baru lain yang lebih meniru gaya agresif Sharapova atau Serena Williams.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.