Pembayaran Klaim Menyusut, Kepercayaan Publik pada Asuransi Jiwa Terancam
Jumat, 22 Agu 2025, 23:50 WIBJAKARTA - Penurunan pembayaran klaim oleh perusahaan asuransi jiwa pada semester I 2025 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu seharusnya tidak hanya dibaca sebagai kabar baik semata.Â
Angka yang turun bisa jadi mencerminkan risiko mortalitas dan morbiditas yang lebih terkendali, atau keberhasilan industri dalam mengelola portofolio polis.Â
Namun, di sisi lain, tren ini juga memunculkan pertanyaan besar: apakah penurunan klaim benar-benar karena meningkatnya kualitas hidup masyarakat dan perbaikan sistem kesehatan, atau justru akibat proses klaim yang semakin ketat dan birokratis sehingga menyulitkan nasabah dalam memperoleh haknya?
Lebih jauh, kondisi ini menyoroti dilema mendasar industri asuransi jiwa di Indonesia: bagaimana menjaga kesehatan keuangan perusahaan tanpa mengorbankan rasa keadilan bagi para pemegang polis.Â
Jika tren penurunan klaim semata-mata dipicu oleh strategi efisiensi berlebihan, maka ada risiko turunnya kepercayaan publik.Â
Padahal, kepercayaan adalah pondasi utama yang menopang keberlangsungan bisnis asuransi jiwa. Dengan kata lain, angka yang terlihat positif bagi laporan keuangan bisa saja menyembunyikan bom waktu kepercayaan yang sewaktu-waktu bisa meledak.
Ketua Bidang Kanal Distribusi dan Inklusi Tenaga Pemasar Asuransi Jiwa Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Elin Waty mengatakan perusahaan asuransi jiwa membayarkan total klaim dan manfaat sebesar Rp72,47 triliun sepanjang Januari hingga Juni 2025.
âTotal pembayaran klaim tersebut diberikan kepada 5,01 juta orang penerima manfaat,â kata Elin Waty di Jakarta, Jumat (22/8).
Ia menuturkan angka klaim tersebut tercatat mengalami penurunan 6,7 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024 (secara tahunan atau year-on-year/yoy).
Ia mengatakan penurunan terutama terjadi pada pengajuan yang dilakukan pemegang polis untuk menghentikan atau membatalkan polis asuransi sebelum masa berlakunya habis (surrender claim) yang turun 8,5 persen yoy menjadi Rp34,4 triliun.
Sementara itu, klaim penarikan sebagian (partial withdrawal) berkurang hingga 26,3 persen yoy menjadi Rp7,47 triliun.
âPenurunan pada klaim surrender dan partial withdrawal ini merupakan pencapaian yang sangat baik bagi industri asuransi jiwa sebagai indikator masyarakat semakin sadar bahwa asuransi jiwa merupakan perlindungan jangka panjang, yang mana manfaatnya akan lebih maksimal jika dipertahankan hingga masa kontrak,â jelas Elin.
Selain kedua klaim tersebut, klaim kesehatan kumpulan juga mengalami penurunan sebesar 37,2 persen yoy menjadi Rp2,64 triliun, sementara klaim lain-lain tercatat turun 0,5 persen yoy menjadi Rp3,22 triliun.
Namun, AAJI mencatat jenis klaim lainnya mengalami peningkatan, seperti klaim akhir kontrak yang tumbuh 0,2 persen yoy menjadi Rp10 triliun.
Klaim meninggal dunia juga meningkat 5,4 persen yoy menjadi Rp5,18 triliun dan dibayarkan kepada sekitar 280 ribu penerima manfaat, sedangkan klaim kesehatan naik menjadi Rp12,2 triliun atau tumbuh 3,2 persen yoy.
Elin mengatakan peningkatan paling signifikan terjadi pada klaim kesehatan individu yang melonjak 25,5 persen menjadi Rp9,56 triliun untuk 180 ribu penerima manfaat.
Ia menuturkan nilai rata-rata klaim per orang mencapai Rp54,19 juta, melonjak 135 persen yoy dibandingkan nilai klaim pada periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp23,03 juta.
Pembayaran klaim tersebut menunjukkan peran industri asuransi jiwa dalam menopang ketahanan finansial masyarakat Indonesia, khususnya para pemegang polis.
âData-data berikut memperlihatkan bagaimana industri ini menjadi industri yang kuat dan terpercaya, serta bertanggung jawab atas komitmen yang dijanjikan kepada para pemegang polis atau penerima manfaat melalui pembayaran klaim dan manfaat asuransi jiwa sebagaimana yang telah disepakati dalam polis,â ujar Elin.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kembangkan Sistem Perikanan Cerdas, Mahasiswa ITS Juarai Kompetisi AI Ideathon
-
Antisipasi PHK Massal PPPK, Legilastor Minta Pemerintah Longgarkan Kebijakan Alokasi Belanja Pegawai
-
Yuk Siapkan Kamera Ponselmu karena Fenomena Harvest Moon Hiasi Langit Indonesia Malam Ini
-
Berpotensi Koreksi Lanjutan, 23 Januari 2026
-
Daftar Harga Emas Pegadaian Meroket, Ada yang Sentuh Rp2,56 Juta/Gram
-
Hari Santri Nasional, Pemprov Lampung Serahkan BPJS Ketenagakerjaan bagi 100 Pengurus Ponpes
-
Banjir Kian Tak Terduga, Klaim Asuransi Properti dan Kendaraan di Bali Tembus Rp22 Miliar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.