Donggala Lawan Stunting: Bantuan 1.131 Paket Ikan untuk Keluarga di Siboang dan Bou

Jumat, 22 Agu 2025, 11:00 WIB

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala, Sulawesi Tengah melalui Dinas Perikanan setempat membagikan 1.131 paket kemasan produk olahan perikanan kepada keluarga berisiko stunting di dua desa yakni Desa Siboang dan Bou, Kecamatan Sojol dengan tujuan menangani kasus stunting di daerah itu.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Donggala Ali Assegaf mengatakan pembagian produk olahan perikanan itu sebagai upaya percepatan penurunan stunting di daerah itu yang dilakukan secara terpadu.

Ket. Foto: Pemerintah kabupaten Donggala melalui Dinas Perikanan setempat memberikan bantuan produk olahan ikan kepada keluarga beresiko terhadap stunting di Kecamatan Sojol, Donggala, Sulawesi Tengah. — Sumber: Antara Foto

"Jadi setiap keluarga itu menerima tiga jenis produk olahan ikan, yakni abon ikan, bakso ikan, stik ikan, nugget ikan, dan amplang ikan," kata Ali usai memberikan bantuan kepada keluarga beresiko stunting di Sojol, Jumat.

Ia mengemukakan pemerintah daerah melakukan intervensi dengan menyasar 377 keluarga berisiko stunting terdiri dari 160 keluarga di Desa Siboang dan 217 keluarga di Bou.

Menurut dia, untuk distribusi bantuan guna mendukung gerakan percepatan penurunan stunting melalui peningkatan konsumsi ikan sebagai sumber protein hewani dan omega-3.

"Memang selama beberapa tahun terakhir, pelayanan untuk keluarga berisiko stunting di wilayah Sojol belum maksimal karena jaraknya cukup jauh dari ibu kota kabupaten, tapi kami pastikan tahun ini intervensi itu sudah sampai ke seluruh pelosok, termasuk pantai barat," ucapnya.

Ia menuturkan produk olahan ikan itu diberikan di Desa Bou sebanyak 651 paket dan 480 paket lainnya di Desa Siboang Sojol.

"Tentunya langkah ini merupakan bagian dari aksi konvergensi stunting dengan melibatkan lintas sektor seperti Bhabinkamtibmas untuk mendampingi pengembangan usaha ekonomi sirkular perikanan, budidaya ikan, dan hilirisasi produk olahan," sebutnya.

Ali menjelaskan ke depan program tersebut diharapkan menciptakan kemandirian ekonomi keluarga dan membuka lapangan kerja baru di sektor perikanan sehingga dapat menurunkan kasus stunting.

"Harapannya dengan gerakan ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Donggala, yaitu Donggala sejahtera, maju, berdaya Saing, dan berkelanjutan," katanya.

Ia menargetkan konsumsi ikan masyarakat di Donggala mencapai 80,2 kg per kapita pada 2025.

"Semoga ini bisa menurunkan prevalensi stunting di bawah 17 persen, mendekati target nasional 14 persen," ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sulteng bahwa angka stunting di Kabupaten Donggala 34,1 persen pada 2023 turun menjadi 29,6 persen tahun 2024.

Kasus stunting di Donggala, Sulawesi Tengah pada tahun 2024 turun sebesar 4,5 persen.

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Tim Koran Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.