- Home
-
- Luar Negeri
-
- Tiongkok akan Unjuk Kekuat...
Tiongkok akan Unjuk Kekuatan Pasukan dan Senjata Canggih
Kamis, 21 Agu 2025, 02:45 WIBBEIJING - Tiongkok akan menggelar parade militer besar-besaran di Beijing bulan depan untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II, dengan memobilisasi puluhan ribu tentara dan memamerkan senjata-senjata berteknologi tinggi yang belum pernah terlihat sebelumnya.
Ratusan pesawat, termasuk jet tempur dan pesawat pengebom serta persenjataan darat, beberapa di antaranya belum pernah terlihat di depan umum sebelumnya, akan ditampilkan dalam parade tersebut, kata pejabat militer pada konferensi pers pada Rabu (20/8).
Parade tersebut akan menjadi ajang unjuk kekuatan militer Tiongkok sementara beberapa negara tetangga dan negara Barat menyaksikan dengan keprihatinan atas semakin besarnya kekuatan Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir.
Dari truk yang dilengkapi dengan perangkat untuk menghancurkan pesawat tak berawak, tank baru, pesawat peringatan dini untuk melindungi kapal induk, serta misil  dengan kemampuan hipersonik, atase militer dan analis keamanan mengatakan semua persenjataan terbaru itu mungkin akan dipamerkan di parade tersebut.
"(Semua persenjataan itu) akan sepenuhnya menunjukkan kemampuan tangguh militer Tiongkok untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi, pola peperangan yang terus berkembang, dan memenangkan perang di masa depan," ujar Wu Zeke, wakil direktur parade militer, kepada para wartawan.
Pada parade militer tahun 2015, Tiongkok mengerahkan lebih dari 12.000 tentara yang berbaris melintasi kota bersama para veteran. Saat itu Beijing juga telah memobilisasi lebih dari 500 peralatan militer dan 200 pesawat.
Jelang pelaksanaan parade militer itu, pihak berwenang telah meningkatkan keamanan di pusat kota Beijing sejak latihan pertama bulan ini, mendirikan pos pemeriksaan, mengalihkan lalu lintas jalan raya, dan menutup pusat perbelanjaan serta gedung perkantoran.
Beijing sejauh ini telah menyelenggarakan dua gladi resik berskala besar pada akhir pekan tanggal 9-10 dan 16-17 Agustus, yang dihadiri oleh 22.000 dan 40.000 orang yang melibatkan pasukan, polisi, dan penonton.
Persiapan untuk parade militer ini pada dasarnya telah selesai, ungkap para pejabat pada Rabu.
Terus Bertambah
Bersamaan dengan peningkatan besar-besaran kekuatan militer konvensional, Tiongkok telah memulai peningkatan yang cepat dan berkelanjutan dalam ukuran dan kemampuan kekuatan nuklirnya. Hal itu diutarakan oleh para ahli militer dan pengendalian senjata Amerika Serikat (AS).
Panglima Komando Strategis AS, Jenderal Anthony Cotton, mengatakan kepada Kongres pada Maret lalu bahwa arahan dari pemimpin Tiongkok, Xi Jinping, agar militer Tiongkok siap merebut Taiwan pada tahun 2027, telah mendorong pengembangan senjata nuklir yang dapat diluncurkan dari darat, udara, dan laut.
Dalam laporan tahunannya tentang kekuatan militer Tiongkok pada akhir 2024, Pentagon menyatakan bahwa Beijing kemungkinan akan mempertimbangkan penggunaan nuklir pertama jika kekalahan militer konvensional di Taiwan, sangat mengancam kelangsungan hidup rezim komunis.
Sementara menurut Bulletin of the Atomic Scientists, sebuah lembaga nirlaba yang berpusat di Chicago, menyatakan bahwa Tiongkok telah memperluas dan memodernisasi persediaan persenjataannya lebih cepat daripada kekuatan bersenjata nuklir lainnya dan telah mengumpulkan sekitar 600 hulu ledak.
Laporan tersebut menyatakan bahwa Tiongkok sedang membangun sekitar 350 silo misil baru dan beberapa pangkalan baru untuk peluncur bergerak darat. Diperkirakan bahwa militer Tiongkok saat ini memiliki sekitar 712 peluncur untuk misil darat, tetapi tidak semuanya diperuntukkan untuk senjata nuklir.
âDari peluncur tersebut, 462 dapat diisi dengan misil yang dapat mencapai daratan AS," kata lembaga itu.
Dalam laporannya, Pentagon juga memperkirakan bahwa militer Tiongkok akan memiliki lebih dari 1.000 hulu ledak nuklir operasional pada tahun 2030, seiring upayanya untuk membangun kekuatan yang lebih besar, mulai dari misil serang presisi berkekuatan rendah hingga misil balistik antarbenua dengan daya ledak multi-megaton. CNA/ST/I-1
- china yuan
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Perangi Pencabulan, Neng Eem: Pesantren Harus Jadi Benteng Moral Bangsa
-
KPK Konfirmasi telah Amankan Bupati dalam OTT di Bekasi
-
Polisi Ponorogo Pakai Kacamata Pintar, Main Nyelonong Tanpa Helm Bakal Langsung Ditilang!
-
Ancaman Tarif Trump, Kanada Pastikan Tidak Ada Rencana Perjanjian Dagang dengan Tiongkok
-
Pembongkaran pemukiman liar di TPU Kebon Nanas
-
LBH GEKIRA Kawal Korban Dugaan Kekerasan Seksual Jakarta
-
Sabtu, Tak Ada Samsat Keliling di Jakarta, Hanya Buka di Depok, Tangerang, Bekasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.