Resmi Diluncurkan, Gisco Percepat Transisi Indonesia Menuju Ekonomi Rendah Karbon

Kamis, 21 Agu 2025, 09:30 WIB

JAKARTA - Kementerian Perindustrian meluncurkan Green Industry Service Company (Gisco), sebuah platform yang bertujuan untuk mempercepat transisi negara menuju ekonomi rendah karbon dengan mendukung adopsi teknologi hijau dan menyelaraskan dengan standar global.

"Gisco akan menjadi jembatan kolaborasi antara industri, penyedia teknologi hijau, lembaga keuangan, dan pasar karbon," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita USAI menghadiri KTT Industri Hijau Indonesia (AIGIS) Tahunan ke-2 2025 di Jakarta, Rabu (20/8). 

Ket. Foto: Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita ditemui usai The 2nd Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS) 2025 di Jakarta, Rabu (20/8/2025). — Sumber: ANTARA

Ia mengatakan, Gisco bukan sekadar pusat layanan, tetapi penggerak utama ekosistem industri hijau nasional.

Inisiatif ini menawarkan layanan terpadu termasuk bantuan teknis, penilaian efisiensi sumber daya, perhitungan jejak emisi, perencanaan transisi hijau, dan akses ke pembiayaan hijau.
 
Kemenperi berkomitmen mencapai Net Zero Emission (NZE) di sektor industri pada tahun 2050, 10 tahun lebih cepat dari target, dengan mengupayakan efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, dan penerapan teknologi rendah karbon, ujarnya.

Karena itu, pelaku industri disarankan untuk melihat dekarbonisasi sebagai peluang investasi, bukan beban.

“Transformasi menuju industri hijau merupakan jalan panjang yang membutuhkan visi, inovasi, dan kolaborasi,” kata Kartasasmita.

Dengan mengupayakan efisiensi energi, memanfaatkan energi terbarukan, menggunakan pemanfaatan penangkapan karbon (CCU), dan mempromosikan ekonomi sirkular, Indonesia berkontribusi dalam memastikan keberlanjutan lingkungan sekaligus memastikan daya saing dalam skala global, ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Kebijakan dan Standardisasi Jasa Industri (BSKJI) Andi Rizaldi mengatakan, transisi tersebut memerlukan integrasi teknologi bersih, efisiensi energi dan air, serta praktik sirkular ke dalam satu ekosistem industri hijau yang terpadu.

“Ekosistem ini tidak hanya akan memperkuat daya saing global tetapi juga membuka peluang investasi dan inovasi berkelanjutan bagi perekonomian nasional,” ujarnya.

Untuk mendukung pergeseran ini, Kemenperin sedang mengembangkan beberapa kebijakan, termasuk standar industri hijau yang diperbarui untuk sektor-sektor prioritas. Kebijakan ini akan menekankan efisiensi energi, penggunaan material daur ulang, dan batas intensitas emisi per unit produk.

Pemerintah juga tengah mempersiapkan integrasi sistem MRV (Monitoring, Reporting, Verification) digital dan pengembangan sistem perdagangan emisi (Emission Trading System/ETS) bagi sektor industri, agar perusahaan dapat memperoleh keuntungan dari pengurangan emisinya.

Gisco, tambahnya, akan berfungsi sebagai pusat keuangan hijau, membantu perusahaan mengakses pendanaan dari sumber domestik dan internasional.

Kebijakan-kebijakan ini dirancang tidak hanya untuk mencapai target nol emisi bersih tahun 2050, tetapi juga untuk memposisikan industri hijau sebagai sumber baru daya saing global Indonesia, ujarnya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara, Lili Lestari

Berita Terbaru

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.