Masyarakat Badui Rayakan HUT RI ke-80 dengan Sederhana, Bukti Cinta Tanah Air
Senin, 18 Agu 2025, 10:55 WIBMasyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten merayakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan sederhana, karena cinta Tanah Air.
"Kami sangat mencintai Tanah Air dan kemerdekaan mutlak dirayakan seluruh masyarakat Indonesia," kata Sekretaris Desa Kanekes Kabupaten Lebak Medi saat dihubungi di Rangkasbitung, Lebak, Banten, Minggu (17/8).
Pelaksanaan peringatan hari ulang tahun kemerdekaan RI untuk masyarakat Suku Badui dipusatkan di Terminal Ciboleger dan penuh kesederhanaan.
Masyarakat Suku Badui memadati lokasi upacara tersebut pukul 08:00 WIB, bahkan minat mereka cukup tinggi sebagai bukti kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Selain itu juga terdapat masyarakat luar Badui untuk merayakan peringatan ulang tahun Kemerdekaan RI.
"Kita memiliki kewajiban untuk merayakan kemerdekaan karena sebagai bagian masyarakat Indonesia," katanya.
Menurut dia, bangsa Indonesia yang memiliki perbedaan keberagaman tentu harus bersatu dan hidup rukun serta damai.
Selama ini, masyarakat Badui yang memegang leluhur adat dengan memelihara dan melestarikan kedamaian dan persatuan belum pernah terjadi berbagai kasus kriminal, minuman keras maupun narkoba.
Sebab, hukum adat lebih tegas dan mereka warga Badui yang melanggar hukum adat maka sanksinya dikeluarkan dari kawasan permukiman adat.
"Kondisi kehidupan masyarakat Badui sangat damai dan saling menghargai kepada warga lainnya," kata Medi.
Menurut dia, masyarakat Badui cukup meriah merayakan peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia dengan menggelar aneka permainan mulai lomba makan kerupuk hingga panjat pinang.
Kegiatan permainan itu untuk memupuk rasa kebersamaan juga nilai-nilai patriotisme dan semangat cinta tanah air.
"Kami merayakan kemerdekaan bersama masyarakat luar kawasan Badui," katanya.
Masyarakat Badui, kata dia , pada peringatan ulang tahun Kemerdekaan Indonesia semua berada di kampung-kampung dan tidak melakukan kegiatan di ladang.
Sebab, peringatan kemerdekaan itu memiliki makna sebagai bentuk cinta Tanah Air.
"Kami hari ini merasa bersyukur bahwa Indonesia mengalami kemajuan juga aman dan damai," kata Medi.
Sementara itu, Pulung, warga Badui Luar mengaku dirinya merasa bersyukur hingga kini kondisi negara aman dan damai sehingga perlu menghadiri untuk memperingati ulang tahun kemerdekaan.
"Kami datang ke sini sejak pagi untuk mengikuti upacara hari kemerdekaan, karena memiliki makna cinta Tanah Air,".
- HUT RI 80
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
Berita Terkait:
-
Sekitar 16.000 Orang Diprediksi Akan Hadir Pada Upacara HUT RI ke-80 di Istana Merdeka
-
Tangis Pembawa Baki Bianca Alessia Saat Prabowo Cium Merah Putih di HUT RI ke 80, Momen Sakral yang Guncang Jiwa Rakyat Indonesia!
-
WNI di Tokyo Gelar Gowes Santai Sambut HUT ke-80 RI
-
Kado HUT ke-80 RI, Pertamina Produksi Avtur dari Minyak Jelantah
-
Lapas Kediri Libatkan WBP Adakan Pekan Olahraga untuk Peringati HUT Ke-80 RI
-
Bukan Sekadar Lomba, Panjat Pinang Kalimalang Jadi Ikon HUT RI di Jakarta
-
HUT RI ke-80 di Mindiptana: TNI, Pelajar, dan Warga Bersatu Rayakan Kemerdekaan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.