DPRD DKI Dorong Optimalisasi Peran Karang Taruna untuk Cegah Tawuran

Senin, 18 Agu 2025, 13:30 WIB

JAKARTA – Tawuran yang masih kerap terjadi di sejumlah wilayah Jakarta menjadi perhatian serius DPRD DKI Jakarta. Komisi E DPRD DKI Jakarta mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sosial agar mengoptimalkan peran Karang Taruna dalam mencegah aksi kekerasan tersebut.

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Yudha Permana, menegaskan bahwa keberadaan Karang Taruna di tengah masyarakat sangat strategis. Organisasi kepemudaan itu dinilai mampu menjadi garda terdepan dalam menekan potensi tawuran antarkelompok maupun konflik sosial lainnya.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

“Coba ditargetkan kepada Karang Taruna untuk menjadi garda terdepan untuk penanggulangan tawuran,” kata Yudha di Gedung DPRD DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Yudha, penguatan peran Karang Taruna akan menciptakan suasana yang lebih kondusif di lingkungan masyarakat. Dengan melibatkan pemuda dalam kegiatan positif, potensi gesekan yang berujung tawuran bisa ditekan sejak dini.

Ia menambahkan, optimalisasi Karang Taruna juga sejalan dengan upaya meningkatkan partisipasi pemuda dalam menjaga ketertiban umum. Melalui pendekatan sosial dan kedekatan dengan warga, Karang Taruna dianggap lebih efektif dalam mengantisipasi potensi konflik.

Meski demikian, Yudha mengaku sering mendapat keluhan dari pengurus Karang Taruna di tingkat kecamatan. Hingga kini, banyak Karang Taruna di wilayah tersebut belum mendapatkan dana stimulus untuk mendukung operasional kegiatan mereka.

“Kondisi Karang Taruna di level kecamatan belum mendapatkan dana stimulus, teman-teman Karang Taruna menanyakan itu,” ujar Yudha.

Ia menekankan bahwa kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius dari Pemprov DKI Jakarta. Pasalnya, keterbatasan anggaran akan berpengaruh pada efektivitas Karang Taruna dalam menjalankan peran sosialnya di tengah masyarakat.

Yudha menilai, pemerintah seharusnya mendorong program pemberdayaan pemuda yang lebih terstruktur. Hal itu dapat meningkatkan kualitas sekaligus efektivitas kegiatan Karang Taruna yang ada di setiap kecamatan.

Menurut dia, Karang Taruna tidak hanya hadir di tingkat kota atau kecamatan. Organisasi ini juga tersebar hingga ke tingkat kelurahan bahkan RT, sehingga sangat potensial untuk menjadi agen perubahan di lingkungan sekitar.

Dengan basis kepengurusan yang luas, Karang Taruna dapat menjadi motor penggerak untuk menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis. Peran tersebut sangat relevan mengingat kasus tawuran masih menjadi tantangan di ibu kota.

Karang Taruna juga dapat diarahkan untuk menggelar kegiatan sosial, budaya, maupun olahraga. Kegiatan tersebut bisa menjadi wadah pemuda menyalurkan energi secara positif sekaligus mempererat ikatan sosial di masyarakat.

Yudha menegaskan, dukungan Pemprov DKI Jakarta berupa anggaran stimulus sangat dibutuhkan. Tanpa dukungan tersebut, Karang Taruna akan kesulitan mengembangkan program yang efektif untuk mencegah tawuran.

Ia juga berharap pemerintah bisa menjadikan Karang Taruna sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan sosial. Dengan penguatan kapasitas, organisasi ini dapat berperan lebih aktif dalam menciptakan Jakarta yang kondusif.

Menurutnya, kehadiran Karang Taruna yang dekat dengan masyarakat merupakan aset penting. Dengan pola pemberdayaan yang tepat, mereka bisa menjadi benteng pertama dalam mencegah konflik sosial.

Upaya penguatan Karang Taruna juga akan memperkuat solidaritas sosial di lingkungan warga. Dengan begitu, masalah tawuran tidak hanya ditangani oleh aparat, tetapi juga oleh masyarakat secara kolektif.

Selain itu, pemberdayaan Karang Taruna diyakini mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab di kalangan pemuda. Mereka akan lebih terlibat aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah masing-masing.

Dengan dukungan pemerintah dan sinergi bersama masyarakat, Karang Taruna diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang efektif. Kehadirannya akan memperkuat upaya pencegahan tawuran serta menciptakan lingkungan Jakarta yang lebih aman dan harmonis.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Tim SAR Gabungan Temukan Seorang ABK yang Hilang di Sungai Musi

Film “Pangku” Raih Tiga Penghargaan Terpuji di Ajang Festival Film Bandung

De Zerbi Minta Maaf atas Kekalahan Tottenham dari Brentford

IKM Fesyen & Kriya Tumbuh 2x Lipat! Kemenperin Genjot Digital Biar Naik Kelas

Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Kemenpar Siagakan Poltekpar Lombok

Tabrakan Beruntun di Tol Senayan, Dua Orang Alami Luka-luka

Dinas Pertanian Kabupaten Lebak: Panen Durian dan Manggis Serap Ribuan Tenaga Kerja 

Belajar Bisnis dari Kisah Yohanes Membangun PepperJo

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.