Kemenperin Tegaskan Industri Kesulitan Dengan Adanya Pembatasan Pasokan Gas
Minggu, 17 Agu 2025, 22:24 WIBJAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyampaikan, pelaku industri kesulitan dengan langkah produsen gas bumi mengumumkan adanya pembatasan pasokan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) bagi sektor industri, sehingga menimbulkan kegelisahan di kalangan para investor sektor manufaktur di tanah air.
Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief menegaskan, keputusan tersebut merupakan kado buruk bagi sektor manufaktur nasional. Pada momen HUT ke-80 RI, seharusnya seluruh rakyat Indonesia, termasuk pelaku industri, dapat bergembira. "Namun, kabar pembatasan HGBT justru menimbulkan luka dan membuat industri kembali memaknai arti kemerdekaan, ungkapnya seusai mengikuti Upacara HUT ke-80 RI di Kantor Kemenperin, Jakarta, Minggu (17/8).
Menurut Febri, gas bumi memiliki peran vital, baik sebagai bahan baku maupun sumber energi dalam proses produksi. Industri pupuk, kaca, keramik, baja, oleokimia, hingga sarung tangan karet termasuk di antara penerima manfaat program HGBT yang selama ini ditetapkan pemerintah melalui Peraturan Presiden dengan harga sekitar USD 6,5 per MMBTU.
Ini yang mengherankan. Pasokan gas harga diatas USD 15-17 lancar. Tapi, pasokan gas USD 6,5 tidak lancar. Jika terjadi pengetatan, harga melonjak hingga USD 1517 per MMBTU. Ini kan aneh. Mesin-mesin produksi bisa terpaksa dihentikan, dan untuk menyalakan kembali butuh waktu lama serta energi dan biaya lebih besar, jelas Febri.
Febri menambahkan, pembatasan HGBT tidak hanya mengancam kelangsungan produksi, tetapi juga berpotensi menurunkan utilisasi pabrik, bahkan hingga penutupan usaha dan PHK pekerja industri.
Lebih dari 100 ribu pekerja di sektor penerima manfaat HGBT akan terdampak. "Bila industri menurunkan kapasitas atau menutup pabrik, PHK tidak dapat dihindarkan,"tegasnya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Gubernur Pramono Lantik 368 Pejabat Fungsional DKI, 282 di Antaranya Guru
-
Setelah Kontraksi 2020, Manufaktur Kembali Jadi Mesin Utama: Ini 3 Jurusnya
-
Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
-
Produksi Pertanian Sidrap Meningkat, Ternyata Berkat Dukungan Ini
-
Jelang Nataru, Industri Makanan Cetak Rekor, IKI Manufaktur Tembus 53,77
-
Kendalikan Harga Pangan, Pemprov Papua Pantau Kenaikan Harga Cabai di Kabupaten Biak Numfor
-
Karhutla Belum Terkendali, Polda Kalsel Gelar Operasi Aman Nusa II hingga 31 Oktober.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.