- Home
-
- Luar Negeri
-
- Iran akan Tingkatkan Kemam...
Iran akan Tingkatkan Kemampuan Rudal dengan Bantuan Tiongkok
Minggu, 17 Agu 2025, 16:22 WIBTEL AVIV - Sebuah laporan dari media Israel, Yedioth Ahronoth, baru-baru ini memperingatkan peningkatan kerja sama militer antara Iran dan Tiongkok, khususnya dalam produksi rudal permukaan-ke-permukaan.
Yedioth Ahronoth mengutip temuan intelijen bahwa Beijing mungkin membantu Teheran membangun kembali kemampuan rudal yang rusak dalam perang Juni lalu.
Dari Newsweek, kekhawatiran itu muncul ketika kepala militer Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, mengatakan tentara siap melancarkan serangan lebih lanjut terhadap Iran jika perlu, menyusul apa yang ia gambarkan sebagai kampanye pencegahan yang berhasil.
Kerja sama yang dilaporkan antara Beijing dan Teheran dipandang oleh Israel sebagai tantangan keamanan yang signifikan. Israel berperang melawan Iran selama 12 hari yang didukung Amerika Serikat pada bulan Juni dan kini tengah memantau setiap langkah yang dapat memulihkan kapasitas rudal Iran.
Otoritas Israel telah menyatakan bahwa keterlibatan Tiongkok dalam pengembangan atau pasokan rudal dapat secara langsung melemahkan upaya pertahanan Israel.
Para pejabat mengatakan kepada Yedioth Ahronoth bahwa Tiongkok belum mengonfirmasi rencana apa pun untuk memasok senjata ke Iran, tetapi tindakannya menunjukkan bahwa Tiongkok "sebenarnya sedang membangun kembali kemampuan Iran." Media tersebut melaporkan bahwa badan intelijen Eropa baru-baru ini melacak kerja sama yang lebih erat antara Tiongkok dan Iran.
Duta Besar Israel untuk AS, Yechiel Leiter, mengatakan pada akhir Juli bahwa terdapat indikasi "mengganggu" bahwa Tiongkok membantu Iran membangun kembali persenjataan rudalnya. Berbicara kepada Voice of America, ia menyatakan kekhawatirannya atas kemungkinan transfer material yang dapat "membangun kembali program rudal balistik."
Hubungan Iran-Tiongkok
Bulan lalu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengunjungi Tiongkok untuk menghadiri KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai, menyoroti hubungan Teheran yang semakin erat dengan Beijing. Sekitar waktu tersebut, laporan dari Middle East Eye dan Israel Hayom mengindikasikan Iran menerima rudal darat-ke-udara buatan Tiongkok yang dibayar dengan minyak.
Tiongkok membantah penjualan senjata ke negara-negara yang "terlibat dalam peperangan."
Retorika Perang yang Meningkat
Laporan terbaru Yedioth Ahronoth muncul di tengah diskusi publik di Israel tentang kemungkinan munculnya kembali konflik dengan Iran.
Pada 27 Juni, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan ia telah menginstruksikan militer untuk menyiapkan "rencana penegakan hukum" yang menargetkan program nuklir dan rudal Iran. Teheran telah menyatakan akan melanjutkan pengayaan nuklir dan mempertahankan program energi nuklir yang damai.
- Perang Iran-Israel
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Bukan Sekadar Konsolidasi, Wamen UMKM Klaim Holding Perkuat Produk UMKM
-
Harden Ukir Sejarah, Clippers Tetap Kalah
-
Pemerintah Siap Berantas Praktik "White Label" di Industri Olahraga
-
Menko IPK: Serangan AS-Israel ke Iran Diharap Tak Berdampak Serius ke Sektor Penerbangan
-
TNI Evakuasi Dua Lansia Penderita Stroke di Wilayah Terisolasi Bener Meriah
-
Pengusaha Pengantaran Komit untuk Mengikuti Aturan Bonus Hari Raya untuk Ojol
-
PPPK Paruh Waktu Bangka Naik Gaji, Kantongi Tambahan Rp200 Ribu Mulai 2026
Berita Terbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.