Tidak Hanya Gizi Anak, MBG Memberi Dampak Ganda ke Ekonomi Lokal dan Ketahanan Pangan!

Jumat, 15 Agu 2025, 10:23 WIB

JAKARTA-Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menekankan bahwa program makan bergizi gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada gizi, tetapi juga membawa dampak ganda pada ekonomi lokal dan ketahanan pangan. 

Dengan mengandalkan pasokan bahan baku dari potensi pangan lokal, setiap Satuan Pelaksana Gizi (SPG) yang melayani 3.000– 3.500 peserta membutuhkan pasokan harian sekitar 200 kilogram beras, 3.500 butir telur, 350 ekor ayam, 3.500 ekor lele, dan 450 liter susu. Semua kebutuhan ini dipasok oleh petani, peternak, dan nelayan setempat.

Ket. Foto: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana (kiri) dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertema “Satu Piring Makan Bergizi Gratis Sejuta Harapan”, Kamis (14/8) — Sumber: istimewa

“Satu SPG mengelola anggaran sekitar Rp10 miliar per tahun, 85 persen untuk membeli bahan baku, dan 90 persen dari pertanian lokal. Jadi, uangnya berputar di desa, tidak keluar daerah,” jelas Dadan dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertema “Satu Piring Makan Bergizi Gratis Sejuta Harapan”, Kamis (14/8).

Pendekatan ini kata dia, membuat pasokan pangan lebih terjamin, distribusi lebih cepat, dan harga lebih stabil. Petani padi, peternak ayam, pembudidaya ikan, hingga produsen susu mendapatkan pasar pasti setiap hari.

“Ini bukan hanya soal memberi makan anak, tapi juga memastikan petani kita sejahtera, nelayan kita punya pasar, dan pangan kita aman. MBG adalah investasi ganda, yakni gizi dan ekonomi,”ungkap Dadan.

Menu MBG juga disesuaikan dengan kearifan lokal dan selera anak di setiap daerah. “Di Sukabumi (Jawa Barr) misalnya, anak-anak paling suka daging sapi. Di Banten, lele jadi favorit. Dengan cara ini, anak makan dengan senang hati dan makanannya tidak terbuang,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskannya pula bahwa agar program tepat sasaran, BGN membagi wilayah menjadi dua kategori wilayah aglomerasi yang dikelola melalui mitra, dan wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) yang bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri melalui pembentukan satgas di setiap kabupaten.

 Saat ini, dari 5.305 SPG aktif, masih ada 18 ribu penerima manfaat yang harus diverifikasi, dengan 5 ribu di antaranya belum selesai prosesnya. “Kami sedang kebut verifikasi. Target Agustus ini selesai, lalu fokus ke wilayah 3T,” tegasnya.

Kualitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi kunci utama. Sebelum diterjunkan, petugas SPG mengikuti pelatihan intensif selama tiga hingga empat bulan. Selain itu, setiap SPG diwajibkan mengunggah menu harian di media sosial agar masyarakat dapat memberikan umpan balik, menciptakan pengawasan yang lebih transparan dan partisipatif.

Perbaikan Gizi Anak

Dadan mengatakan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi dan kesehatan anak-anak Indonesia. Program ini tidak hanya terlihat dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari perbaikan kondisi kesehatan dan kebiasaan makan anak-anak di berbagai daerah.

 “Kita mulai dengan target 500 SPG (Satuan Pelaksana Gizi), tetapi hari ini sudah lebih dari sepuluh kali lipat. Alhamdulillah, dampaknya terasa langsung di sekolah. Anak-anak lebih bersemangat, tingkat kehadiran meningkat, dan kesehatan mereka menunjukkan perbaikan,” ujar Dadan.

Dadan menjelaskan bahwa standar gizi dalam program ini disusun dengan komposisi seimbang, yakni 30 persen protein, 40 persen karbohidrat, dan 30 persen serat sesuai kebutuhan kalori anak.

Dampak positif mulai terlihat. Berdasarkan laporan lapangan, tingkat kehadiran siswa meningkat dari rata-rata 70 persen menjadi 95 persen sejak program berjalan. Di salah satu SPG, penelitian selama setahun menunjukkan peningkatan berat badan, perbaikan hasil tes kesehatan, dan penurunan jumlah anak dengan kekurangan gizi. “Ini proses jangka panjang, tapi tanda-tandakeberhasilan sudah terlihat. Kami juga akan melibatkan lembaga independen untuk evaluasi menyeluruh,” kata Dadan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.