Gubernur Khofifah Optimis Studi Kelayakan Transformasi Kereta Api Perkotaan Pemerintah Inggris akan Jadi Solusi Transportasi di Jatim

Jumat, 15 Agu 2025, 09:39 WIB
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Kamis (14/8) mengapresiasi Pemerintah Inggris atas dukungan penuh terhadap transformasi dan pembangunan transportasi publik berbasis kereta api  di Provinsi Jawa Timur.
Dukungan itu berupa Pemerintah Inggris menyerahkan grant Studi Transportasi Publik Berbasis Rel  di Wilayah Metropolitan Surabaya kepada Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA). Yang mana pelaksanaannya dilakukan oleh dua firma konsultasi Inggris Mott MacDonald dan PricewaterhouseCoopers (PwC). Studi ini meriset perencanaan proyek perkeretaapian perkotaan berbasis rel di Surabaya Metropolitan.
Hal tersebut disampaikannya saat penyerahan Urban Rail Transit System for Surabaya, East Java Transport Study Report oleh His Majesty's Trade Commisioner (HTMC) for Asia Pacific Martin Kent kepada Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI Arif Anwar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
"Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Inggris kepada Indonesia dan Jawa Timur. Kami optimis dengan hasil studi kelayakan ini akan menjadi rekomendasi strategis dalam efektivitas layanan transportasi publik yang berkelanjutan di Jawa Timur," ujarnya.
Gubernur Khofifah mengaku kagum atas capaian Transport for London (TfL). Sebab, badan Pemerintah Inggris itu berhasil memecahkan berbagai masalah dan menemukan pemecahan atas tantangan transportasi di negaranya.
"Saya tidak bisa membayangkan betapa sulitnya untuk bisa membuka jalur kereta api pada gedung-gedung yang berusia ratusan tahun. Tapi TfL bisa mencari solusi sehingga bisa menjadikan sarana transportasi publik yang mengurai kemacetan sekaligus menjadikannya aman dan nyaman," katanya.
Dukungan ini, lanjut, Khofifah, menjadi penting mengingat tingkat pergerakan warga di wilayah Gerbangkertosusila Plus (GKS+) terbilang tinggi. Tercatat mobilitas di wilayah ini mencapai 10,55 juta per hari, dan 49 persen di antaranya merupakan perjalanan komuter ke dan dari Surabaya. 
"Jadi studi ini mendukung RPJMN 2025-2029 dan Program Jatim Akses dalam penyediaan angkutan umum massal. Tentu hal ini penting agar proyek transportasi massal yang akan diimplementasikan memiliki kesiapan yang optimal, terutama dimulai dari proses perencanaan yang berintegrasi," jelasnya.
Selain sektor transportasi, Khofifah juga mendiskusikan hubungan bilateral Inggris dan Jawa Timur dalam pendidikan dan layanan kesehatan. Ia menyebut, setelah King's College London yang beroperasi di KEK Singhasari, dua universitas Inggris Queen Mary University of London dan University of Liverpool juga menjajaki peluang kerjasama dengan Jawa Timur.
"Kami juga memohon _support_ untuk native speaker langsung dari Inggris ke sekolah-sekolah berasrama di SMA Taruna. Dan beliau juga menyampaikan kemungkinan ada kerjasama di bidang layanan kesehatan. Kalau di Jawa Timur ada dr. Soetomo yang erat kaitannya dengan Unair, dan RS Saiful Anwar yang berkaitan dengan Universitas Brawijaya," jelasnya.
"Sebetulnya kita membangun hubungan koneksitas yang sudah sangat mendalam. Tapi kami berharap bahwa akan ada proses keberlanjutan nanti dari kerjasama terutama yang terkait dengan layanan kesehatan dan pendidikan," pungkas Khofifah.
Sementara itu, His Majesty's Trade Commissioner (HMTC) for Asia Pacific, Martin Kent mengatakan bahwa studi transportasi ini adalah bagian dari inisiatif Pemerintah Inggris untuk mendukung mendukung agenda Indonesia untuk transisi rendah karbon dan transportasi yang berkelanjutan.
"Ini adalah demonstrasi nyata yang konkret dari Pemerintah Inggris untuk bekerja dengan Jawa Timur untuk memitigasi dampak dari perubahan iklim dan meningkatkan akses untuk transportasi yang bersih, transportasi yang terpercaya, dan transportasi yang dapat terjangkau oleh masyarakat," katanya.
"Karena sistem transport yang bersih sangat penting untuk bisa meningkatkan pembangunan ekonomi dan ketahanan iklim. Ini kehormatan bagi saya untuk menyerahkan hasil studi dan bertemu dengan Gubernur Khofifah," lanjut Martin.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, Arif Anwar menerangkan bahwa hasil studi yang diberikan Pemerintah Inggris bisa ditindaklanjuti lebih lanjut sesuai dengan arahan dari Gubernur Khofifah. Terlebih, pemerintah pusat dipastikannya siap memfasilitasi langkah yang diambil Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
"DJKA siap untuk melakukan pendetailan terkait dengan studi-studi yang sudah diteliti oleh teman-teman dari Inggris. Tentunya kami juga tetap mengharapkan dukungan dari Pemerintah Jawa Timur dan juga Pemerintah Surabaya karena memang mereka yang tahu lebih detail mengenai kondisi lau lintas dan rencana pengembangan infrastruktur di Jawa Timur dan Surabaya. Tapi intinya kami dari pemerintah pusat akan mensupport apapun itu," tutup Arif Anwar.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.