Bibit Siklon Sebabkan Cuaca  Parah di Sulawesi Tengah, Istana Cerah Berawan

Jumat, 15 Agu 2025, 09:49 WIB

PALU - Sulawesi Tengah masih berpotensi dilanda cuaca ekstrem dipicu pertumbuhan bibit siklon. "Berdasarkan pemantauan dinamika atmosfer secara regional, terdapat bibit siklon di wilayah perairan Filipina dan Indonesia sehingga dapat berdampak hingga ke Sulawesi Tengah," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Mutiara Sis Al-Jufri Palu Nur Alim di Palu, Jumat.

Ia menyalakan pertumbuhan bibit siklon menyebabkan daerah pembelokan angin, sehingga berpotensi membentuk awan hujan konveksi untuk beberapa hari ke depan. Awan konveksi menyebabkan cuaca ekstrem di berbagai daerah di Sulteng beberapa hari terakhir. Situasi itu mengakibatkan banjir di sejumlah daerah.

Ket. Foto: cuaca ekstrem — Sumber: ist

"Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama untuk melakukan upaya pencegahan bila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat," ujarnya. Ia mengimbau masyarakat dan nelayan selalu memantau kondisi cuaca terkini dan peringatan dini terbaru yang dirilis BMKG.

Masyarakat tinggal di sekitar dan bantaran sungai maupun perbukitan atau lereng gunung tetap waspada terhadap potensi banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang.

"Langkah sederhana mengantisipasi banjir genangan lakukan pembersihan drainase di lingkungan masing-masing, karena sistem drainase yang buruk sangat rentan menimbulkan genangan air saat terjadi hujan dengan intensitas sedang maupun tinggi," kata Alim.

Ia meminta masyarakat menghindari pohon-pohon tinggi yang berpotensi roboh saat terjadi hujan dan angin kencang. Langkah itu bagian dari mitigasi guna menghindari kerugian materi maupun korban jiwa.

"Bagi pemangku kebijakan penanggulangan bencana hidrometeorologi, perlu mengantisipasi adanya kedaruratan yang diakibatkan adanya potensi cuaca ekstrem," ucapnya.

Berdasarkan prakiraan cuaca dilakukan BMKG, potensi cuaca ekstrem berlangsung sejak 6 hingga 20 Agustus 2025 sehingga perlu diperhatikan oleh masyarakat.

"Banjir bandung yang terjadi di Desa Namo Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi pada Kamis (14/8) malam dampak dari potensi cuaca ekstrem. Wilayah-wilayah yang memiliki riwayat banjir bandang dan tanah longsor perlu memperhatikan situasi mengancam keselamatan jiwa," kata dia.

Istana

Sementara itu,  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca wilayah Provinsi Jakarta pada Jumat ini akan cerah berawan hingga peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2025.

Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramadhani di Jakarta, Jumat, menjelaskan bahwa meski sebagian wilayah diperkirakan hujan sedang- lebat, prakiraan cuaca di Provinsi Jakarta cerah berawan-berawan selama periode tersebut.

“Untuk wilayah DKI Jakarta, kondisi cuaca cerah berawan hingga berawan diprediksi terjadi pada tanggal 17 Agustus 2025,” kata dia.

Kondisi cuaca dinilai turut berkontribusi untuk menunjang kelancaran pelaksanaan upacara peringatan kemerdekaan dan segenap kegiatan kenegaraan yang akan digelar terpusat di Jakarta.

Tim Meteorologi BMKG dalam prospek cuaca sepekan periode 15–17 Agustus 2025 memprakirakan cuaca di Indonesia secara umum akan didominasi oleh kondisi berawan hingga hujan lebat.

Peningkatan hujan berintensitas sedang perlu diwaspadai di Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, dan Papua Selatan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.