Anggaran MBG 2026 Membengkak, Dapur Fiktif Jangan Dibiarkan Hidup Lagi

Jumat, 15 Agu 2025, 00:00 WIB

JAKARTA – Penambahan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun depan harus disertai dengan transparansi dan pengawasan secara ketat. Selama pelaksanaan tahap pertama tahun ini, banyak ditemui dapur fiktif sehingga kasus tersebut jangan sampai terulang tahun depan.

Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi mengatakan dapur fiktif ini merupakan permainan di balik penentuan satuan pelayanan pemenuhan gizi oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dengan dalih kuota penuh. Dia menjelaskan istilah kuota penuh sebetulnya merupakan penolakan mendadak terhadap calon dapur yang sudah lulus survei.

Ket. Foto: Pengelolaan Anggaran - Belanja Pemerintah untuk Program MBG 2026 Naik Jadi Rp300 T — Sumber: antara

Namun, dirinya menyesalkan penolakan tersebut justru dimanfaatkan untuk menempatkan kepala dapur yang tak memiliki kompetensi memadai. “Kalau sistem bilang kuota penuh tapi di lapangan belum ada dapur, itu bukan salah teknis. Itu permainan yang mengunci kesempatan orang lain berkontribusi,” kata Nurhadi dikutip dari laman resmi DPR RI, Kamis (14/8).

Anggota Komisi Kesehatan DPR itu lantas membeberkan laporan dari lapangan terkait sejumlah calon dapur yang sudah berstatus lulus survei di akun resmi BGN, namun tiba-tiba mendapat penolakan dengan alasan kuota kecamatan penuh. Padahal, kenyataannya, kata Nurhadi, lokasi yang dimaksud sama sekali belum memiliki bangunan dapur.

“Ini jelas kuota penuh fiktif. Faktanya, tidak ada pembangunan. Kalau alasannya kuota penuh, berarti ada tangan-tangan yang sengaja mengunci titik dapur itu,” tutur Politisi Fraksi Partai Nasdem ini.

Temuan serupa juga diungkap oleh Forum Masyarakat Makan Bergizi Gratis (FMMBG) Jawa Barat (Jabar). Salah satu temuan FMMBG ialah titik dapur fiktif merujuk ke data pendaftaran penyedia makan bergizi.

Data di portal resmi BGN tertulis informasi bahwa dapur sudah penuh, tetapi di lapangan banyak titik dapur yang belum dibangun, bahkan tidak pernah ada sama sekali. Ironisnya, ungkap Nurhadi, banyak calon dapur telah menggelontorkan modal puluhan juta rupiah untuk membangun fasilitas produksi dan membeli peralatan sesuai standar.

Selain itu, Nurhadi mengungkapkan banyak ditemukan kepala dapur atau Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang diragukan kompetensinya. Karena itu, dirinya mendesak BGN melakukan audit internal, membuka data lapangan secara transparan, dan menghapus sistem penguncian titik dapur yang rawan permainan.

Alokasi Meningkat

Seperti diketahui, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan anggaran program MBG pada 2026 bakal mencapai 300 triliun rupiah dengan menyasar 82 juta penerima. Angka itu naik dari alokasi MBG tahun ini sebesar 71 triliun rupiah dengan cadangan tambahan 100 triliun rupiah.

Sementara itu, Direktur Mubyarto Instiute, Awan Santosa menilai penambahan anggaran MBG tahun depan tidak menjadi soal selama efektivitas programnya terpenuhi, begitu juga dari sisi transparansi anggaran dan pengawasannya. "Asalkan manfaat program MBG ini harus benar benar dirasakan siswa/siswi sehingga anggaran sebanyak itu tidak sia sia digelontorkan,"tegas Awan

Awan menyoroti banyaknya kasus keracunan yang dialami anak sekolah setelah mengkonsumsi MBG. Pemerintah, menurutnya, harus memperketat pengawasan. Dia memperingatkan penambahan anggaran jangan sampai tidak berbanding lurus dengan kualitas menu yang disajikan.

  • Makan Bergizi Gratis (MBG)

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

Dari yang Paling Horor Hingga yang Mengecewakan: Ranking Enam Film Insidious

Kabut Asap Makin Pekat, Dinkes Palembang Imbau Warga Gunakan Masker

Karang Taruna Nasional Kerahkan Personel Turut Tangani karhutla di Kalbar

Pemain Timnas Indonesia Ole Romeny Kena Kartu Merah, Fortuna Sittard Harus Akui Keunggulan AZ Alkmaar

Pemprov Sumut Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Transformasi Digital

Gelar Bazar Harkop Harnas, Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM ‎

Produk UMKM Lebak Makin Laris! Pemkab Bantu Pasarkan Lewat Bazar

Pacu Daya Saing sebagai Kota Global, Pemprov DKI Dorong Penguatan Ekosistem Musik

12 Film Horor dengan Penggambaran Dunia Paling Mengerikan dan Memikat

Kapal Korea Selatan Tembus Jalur Arktik, Rute Baru Asia-Eropa Pangkas 7.000 Km

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.