Junta Serang Konvoi Truk Pasokan Sipil

Kamis, 14 Agu 2025, 02:30 WIB

YANGON – Sebuah serangan udara terhadap konvoi truk pasokan sipil Myanmar yang terjebak di antara pasukan junta dan pemberontak antikudeta yang bertempur di luar kota terbesar kedua dilaporkan telah menewaskan sedikitnya delapan orang, kata dua penduduk setempat pada Rabu (13/8).

Militer Myanmar yang sedang berjuang telah mengerahkan angkatan udaranya untuk menangkis berbagai perlawanan yang dihadapinya dalam perang saudara yang dipicu oleh kudeta tahun 2021, namun serangan mereka kerap menimbulkan korban warga sipil.

Ket. Foto: Asap membubung saat junta melakukan serangan udara terhadap konvoi truk pasokan sipil Myanmar di luar Kota Mandalay pada Senin (11/8). Akibat serangan ini dilaporkan sedikitnya delapan orang tewas. — Sumber: myanmar-now.org

Dua penduduk lokal di wilayah Sagaing bagian tengah, dekat kota terbesar kedua, Mandalay, mengatakan serangan udara menghantam konvoi truk yang sedang berhenti pada Senin (11/8) saat konvoi itu terjebak dalam sebuah pertempuran di dekatnya.

Kedua penduduk mengatakan sedikitnya delapan orang tewas di dekat Desa Taung Yin, hanya 17 kilometer dari Mandalay, sementara seorang penduduk lainnya mengatakan seorang pejuang antikudeta termasuk di antara yang tewas.

Juru bicara junta Myanmar tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar terkait serangan udara ini.

"Ada kesulitan dalam mengidentifikasi jenazah," kata salah satu warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya karena alasan keamanan. "Beberapa jenazah bertebaran di beberapa tempat," imbuh dia.

Gambar-gambar di media sosial, yang dapat diverifikasi AFP berada di area serangan yang dilaporkan, menunjukkan truk-truk yang terbakar menyemburkan asap dan orang-orang yang berdiri di sekitar membawa pergi mayat-mayat.

Jelang Pemilu

Militer Myanmar telah berjanji mengadakan pemilu pada Desember sebagai cara untuk mengakhiri perang saudara yang telah menyebabkan lebih dari 3,5 juta orang mengungsi dan separuh negara hidup dalam kemiskinan.

Kelompok gerilya prodemokrasi dan organisasi etnis bersenjata yang kuat, telah berjanji untuk memboikot pemungutan suara, yang dikritik oleh pemantau internasional sebagai taktik untuk melegitimasi berlanjutnya kekuasaan militer.

Namun dalam beberapa pekan terakhir junta telah memperoleh serangkaian kemenangan di Myanmar tengah, merebut kembali wilayah dari pemberontak di mana ia sekarang dapat mengadakan pemungutan suara.

Penduduk setempat kedua mengatakan truk-truk itu membawa bahan bakar yang ditujukan ke daerah-daerah yang dikuasai pemberontak dan berspekulasi bahwa militer menyerang mereka untuk menekan pengiriman yang menuju ke daerah-daerah di luar kendali mereka.

"Jalan itu diblokir karena serangan junta," kata saksi mata itu ketika menjelaskan pemboman itu terjadi selama dua jam pada Senin sore. "Kami bahkan tidak berdaya dalam serangan itu," imbuh dia. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.