Pasar Menahan Napas: Data Inggris-AS Jadi Penentu Laju IHSG ke Puncak Hari Ini
Selasa, 12 Agu 2025, 08:03 WIBJAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini (12/8) berpotensi melanjutkan reli, didorong gelombang sentimen global yang sedang memanas.Â
Pelaku pasar tak sekadar menatap layar perdagangan, tetapi menahan napas menunggu rilis data krusial: tingkat pengangguran Inggris dan inflasi Amerika Serikat (AS).
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menilai, angka-angka ini bisa menjadi pemicu pergerakan besar, membuka peluang penguatan lanjutan atau justru memicu volatilitas liar.Â
Di tengah ketidakpastian global, menurutnya, pasar modal Indonesia bersiap menjadi medan tarik-menarik optimisme dan kekhawatiran.
Karenanya, Alrich memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Selasa (12/8), bergerak menguat ke level 7.680.
Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (11/8) sore, ditutup menguat 72,54 poin atau 0,96 persen ke posisi 7.605,93 seiring optimisme pelaku pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed pada September 2025. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 6,71 poin atau 0,85 persen ke posisi 799,59.
âFaktor positif antara lain berasal dari penguatan indeks bursa global di tengah ekspektasi penurunan suku bunga The Fed pada September 2025 mendatang,â ujar Analis Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.
Dari mancanegara, pelaku pasar menantikan pengumuman resmi penundaan tarif antara Amerika Serikat (AS) dan China yang akan diperpanjang dari batas waktu 12 Agustus 2025.
Dari AS, pelaku pasar menantikan data inflasi Consumer Price Index (CPI) dari AS periode Juli 2025, yang diperkirakan naik menjadi 2,8 persen year on year (yoy) dari sebesar 2,7 persen (yoy) pada Juni 2025.
Tren inflasi AS yang cenderung meningkat sejak Juni 2025 dan menjauhi target The Fed sebesar 2 persen (yoy), diperkirakan berpotensi menjadi faktor negatif di tengah penantian pasar terhadap penurunan suku bunga The Fed.
Dari kawasan Eropa, pelaku pasar akan menantikan data tingkat pengangguran di Inggris pada Juni 2025 yang diperkirakan stabil di kisaran 4,7 persen.
Dari dalam negeri, dimasukkannya beberapa saham domestik ke dalam indeks MSCI juga masih menjadi sentimen positif. Sementara itu, data retail sales domestik Juni 2025 tercatat tumbuh 1,3 persen (yoy), atau melambat dari sebesar 1,9 persen (yoy) pada Mei 2025.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor menguat yaitu sektor transportasi & logistik naik sebesar 2,68 persen, diikuti oleh sektor properti dan sektor keuangan yang naik masing-masing sebesar 2,57 persen dan 1,61 persen.
Sedangkan dua sektor terkoreksi yaitu sektor barang baku paling dalam minus 0,89 persen, diikuti oleh sektor teknologi yang turun sebesar 0,61 persen.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.935.710 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 25,59 miliar lembar saham senilai 15,85 triliun rupiah. Sebanyak 383 saham naik, 227 saham menurun, dan 190 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat761,33 poin atau 1,85 persen ke 41.820,48, indeks Hang Seng menguat 47,99 poin atau 0,19 persen ke 24.906,81, indeks Shanghai naik 12,42 poin atau 0,43 persen ke 3.647,55, dan indeks Strait Times melemah 7,05 poin atau 0,17 persen ke 4.232,78.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
IHSG Sepanjang 2026 Ambles 30 Persen Lebih, Gejolak Global Guncang Kepercayaan Investor
-
IHSG Hari Ini Menguat Mengikuti Bursa Asia dan Global
-
Women's Series Manila Menjadi Ajang Uji Coba Timnas 3x3 Putri untuk Asian Games
-
Kemenkum: Penggunaan Lagu Tema Ajang Olahraga Wajib Patuhi Hak Cipta
-
Alarm Pasar Saham: IHSG Anjlok Nyaris 20% Sepanjang 2026
-
Pertamina Perpanjang Layanan SPBU di Riau hingga 24 Jam untuk Atasi Antrean Panjang Konsumen
-
Hasil Liga Italia: Ditahan Imbang Como Tanpa Gol, Peluang “Scudetto” Napoli Semakin Berat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.