- Home
-
- Luar Negeri
-
- Zelenskyy Khawatir Pertemu...
Zelenskyy Khawatir Pertemuan Trump-Putin Abaikan Ukraina
Senin, 11 Agu 2025, 01:00 WIBMoskow - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy merasa khawatir atas keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengadakan pertemuan tatap muka dengan Presiden Russia Vladimir Putin..
Seperti dikutip dari Antara, Kremlin dan Gedung Putih mengumumkan bahwa Putin dan Trump akan bertemu di Alaska pada Jumat mendatang (15/8).
Penasihat Kremlin, Yury Ushakov, menjelaskan bahwa saat kunjungan utusan khusus AS Steve Witkoff ke Federasi Russia, sempat disampaikan adanya opsi pertemuan trilateral antara Putin, Trump, dan Volodymyr Zelenskyy di Kremlin.
Namun pihak Russia tidak menanggapi opsi tersebut, serta menyarankan agar tetap fokus pada pelaksanaan persiapan KTT yang bersifat bilateral antara Russia dan AS.
Putin pada Kamis (7/8) menyatakan, pertemuannya dengan Zelenskyy dimungkinkan, tetapi harus ada syarat yang terpenuhi terlebih dahulu dan syarat tersebut masih jauh dari tercapai.
Sementara itu, menjelang pertemuan antara pemimpin Russia dan AS, Zelenskyy menegaskan tidak akan memberikan konsesi wilayah, dengan mengacu pada kandungan dari konstitusi Ukraina.
Pertukaran Wilayah
Sebelumnya, Presiden Trump mengatakan pada hari Jumat (8/8), bahwa ia akan bertemu dengan mitranya dari Russia, Vladimir Putin dalam satu minggu di Alaska dan menyarankan bahwa kesepakatan akhirnya antara Moskow dan Kyiv untuk mengakhiri perang di Ukraina dapat melibatkan pertukaran wilayah.
Kremlin kemudian mengonfirmasi pertemuan puncak tersebut, menyebut lokasinya "cukup logis." "Para presiden sendiri pasti akan fokus membahas opsi-opsi untuk mencapai penyelesaian damai jangka panjang atas krisis Ukraina," ujar ajudan Kremlin, Yuri Ushakov, dalam sebuah pernyataan yang diunggah di Telegram.
Puluhan ribu orang telah tewas sejak Russia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022, dan jutaan orang terpaksa meninggalkan rumah mereka.
Putin mengadakan konsultasi pada hari Jumat dengan para pemimpin Tiongkok dan India menjelang pertemuan puncak dengan Trump, yang telah menghabiskan bulan-bulan pertamanya menjabat dengan mencoba menengahi perdamaian di Ukraina tanpa membuat terobosan.
"Pertemuan yang sangat dinantikan antara saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, dan Presiden Vladimir Putin, dari Russia, akan berlangsung Jumat depan, 15 Agustus 2025, di Negara Bagian Alaska," ujar Trump di situs Truth Social miliknya.
Sebelumnya di Gedung Putih, ia mengatakan bahwa "akan ada pertukaran wilayah untuk kebaikan" Ukraina dan Russia, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Tiga putaran negosiasi antara Russia dan Ukraina gagal membuahkan hasil, dan masih belum jelas apakah pertemuan puncak akan membawa perdamaian lebih dekat. Pengeboman Russia telah memaksa jutaan orang mengungsi dari rumah mereka dan telah menghancurkan sebagian besar wilayah Ukraina timur dan selatan.
Putin telah menolak berbagai seruan dari AS, Eropa, dan Kyiv untuk gencatan senjata. Ia juga mengesampingkan kemungkinan mengadakan pembicaraan dengan Volodymyr Zelenskyy pada tahap ini, sebuah pertemuan yang menurut presiden Ukraina diperlukan untuk mencapai kemajuan dalam kesepakatan.
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Singapura dan Australia meningkatkan Perlindungan Perdagangan Minyak dan Gas
-
Kemenekraf Fasilitasi Klip Video Musisi Jawa Tengah lewat AKTIF Musik
-
Polda Babel Amankan Tiga Pelaku Pengeroyok Wartawan di PT PMM
-
Makin Genting, AS Diisukan Siapkan Pasukan Darat untuk Serang Iran
-
5.200 Warga Buleleng Turun ke Pantai, Aksi Serentak Bersihkan 7 Titik Pesisir
-
Film Animasi “KPop Demon Hunters” Raih Dua Penghargaan di Oscar 2026
-
Putin Mengisyaratkan Perang Ukraina akan Segera Berakhir dan Siap Bertemu Zelenskyy di Negara Ketiga
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.