PGN Agresif Perluas Jaringan Demi Jangkau Semua Segmen Pasar
Minggu, 10 Agu 2025, 13:25 WIBBOGOR â PT. PGN Tbk mempertegas perannya dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengembangan infrastruktur gas bumi. Upaya ini sejalan dengan program transisi energi yang diusung pemerintah yang menjadikan gas sebagai energi alternatif untuk menurunkan emisi. Pembangunan infrastruktur dibagi menjadi dua wilayah yakni sisi barat dan sisi timur Indonesia.
Untuk sisi barat, PGN turut mendukung program strategis Pemerintah untuk menghubungkan pipa transmisi Trans Sumatera â Jawa melalui sejumlah proyek seperti Dumai â Sei Mangkei, lalu ruas Cirebon â Semarang. Selanjutnya adalah revitalisasi fasilitas LNG di Arun serta pemanfaatan receiving terminal di Jawa Timur dan pengembangan receiving terminal di Jawa Barat.
Untuk sisi timur PGN bakal menggandeng PLN EPI untuk proyek gasifikasi pembangkit listrik di Papua Bagian Utara serta penyediaan fasilitas LNG untuk memenuhi kebutuhan gas sektor kelistrikan serta smelter. PGN juga akan menggenjot penyediaan jaringan gas untuk kawasan industri dan komersialisasi gas stranded. Selanjutnya yang tidak kalah pentingnya adalah dengan ekspansi pembangunan jargas rumah tangga di kota-kota Indonesia Timur termasuk Jargas di IKN.
Fajriyah Usman, Sekretaris Perusahaan PGN, menyatakan agar terus tumbuh PGN memang akan fokus mengejar ketersediaan infrastruktur baik itu pipa atau variasi infrastruktur lain untuk pemanfaatan gas.Â
Dia menuturkan untuk bisa meningkatkan pemanfaatan gas PGN mengusung strategi G-A-S yaitu Growth, Adapt dan Step Out. Growth dengan terus membangun infrastruktur.
âPipanisasi sedang dijalankan. Tegal â Cilacap untuk kilang Cilacap. Penyediaan pipa di KIK (Kawasan Industri Kendal). Terus ada Sei Mangkei â Dumai,â kata Fajriyah dalam acara Energi & Mining Editor Society (E2S) Retret 2025 bertema âCollaboration to Advance The ESDM Sectorâ di Kinasih Resort and Conference, Bogor pada Sabtu (9/8).
Selain itu PGN juga beradaptasi dalam meningkatkan ketahanan energi dengan memanfaatkan fasilitas LNG di Arun, mengembangkan LNG bunkering untuk bahan bakar kapal serta mini LNG Plants. âKami juga lakukan step out, kami switch ke New and Renewable Energi, bisnis yang tekait gas juga. Misalnya Biometana, pengangkutan CO2, produksi hidrogen,â ujar Fajriyah.
PGN pun menyadari tantangan ketidakpastian global yang memicu gejolak di sektor energi. Untuk itu PGN kata Fajriyah mengusung berbagai solusi perencanaan serta integrasi. âKami memiliki strategi memperluas jaringan gas , agregasi pasokan agar bisa menjangkau pelanggan dengan harga afordable,â ungkap Fajriyah.
- transisi energi
- Energi Bersih
- PT PGN
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Kementan Kawal SPHP Jagung, Peternak Dapat Kepastian Pakan
-
Kopi Bengkulu Go Global, Ekspor Perdana ke Italia Capai 19,2 Ton
-
Garuda Shield 2026 di Baturaja Hadirkan Penerjun dari Lima Negara
-
Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon, ESGIN dan ASPEBINDO Jalin Kolaborasi Strategis
-
Meksiko Keluhkan Sulitnya Jaga Hubungan Dagang dengan AS
-
BPOM Dorong Pergeseran Paradigma Kesehatan pada Pencegahan Penyakit
-
Cari Rumah Murah? Danantara Housing Expo 2026 Hadirkan Hunian Mulai Rp380 Juta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.