Penataan Daerah Pemilihan Pemilu 2024 KPU Wonogiri Diganjar Penghargaan KPU RI, Sabet Kategori KPU Kabupaten Terfavorit

Jumat, 08 Agu 2025, 17:25 WIB

WONOGIRI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wonogiri mencatatkan prestasi membanggakan setelah meraih penghargaan dari Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) sebagai KPU Kabupaten Terfavorit dalam kategori Pengelolaan Tahapan Daerah Pemilihan pada Pemilu Tahun 2024. Penghargaan ini diberikan dalam acara "Berbagi Pengalaman Tahapan Teknis Pemilu/Pemilihan Tahun 2024" yang diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting.

Penghargaan ini diraih atas terobosan KPU Wonogiri dalam melaksanakan penataan daerah pemilihan (dapil). Skema dapil yang sama telah diterapkan selama beberapa kali Pemilu dan belum pernah dievaluasi langsung dengan melibatkan masyarakat. Padahal, kondisi sosial-politik masyarakat terus berubah secara dinamis.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Istimewa

Melihat hal itu, KPU Kabupaten Wonogiri melakukan pendekatan baru yang lebih partisipatif.

"Kami mengambil langkah proaktif untuk melakukan analisis secara lebih mendalam dan menggeser paradigma menuju penyelenggaraan Pemilu yang lebih partisipatif," ujar Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Kabupaten Wonogiri, Toto Sihsetyo Adi, dalam rilis yang diterima redaksi Jumat (8/8).

Pada tahun 2022, KPU Wonogiri melaksanakan survei kuantitatif deskriptif melalui angket/kuesioner kepada 400 responden di 25 kecamatan. Fokusnya adalah mengkaji dua prinsip penting dalam penataan dapil: integralitas wilayah dan kohesivitas.

“Kedua prinsip ini seringkali sulit dianalisis secara mendalam jika hanya mengandalkan pendekatan matematika elektoral dan geospasial,” jelas Toto.

Hasil survei memberikan gambaran utuh mengenai kondisi sosial dan geografis di Wonogiri. Temuan tersebut kemudian digunakan untuk menyusun penataan dapil yang lebih adil, relevan, dan sesuai aspirasi masyarakat.

KPU RI menilai pendekatan ini sebagai inovasi yang layak dijadikan contoh nasional. Toto berharap, metode serupa bisa diterapkan secara lebih luas.

“Pendekatan metodologis yang menggabungkan metode kuantitatif deskriptif ini diharapkan dapat menjadi kerangka kerja akademis yang valid,” ujarnya.

Inisiatif KPU Wonogiri ini bukan hanya berdampak pada teknis Pemilu, tetapi juga berkontribusi pada penguatan demokrasi berbasis data dan partisipasi publik.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.